Rabu, 4 Zulhijjah 1439 / 15 Agustus 2018

Rabu, 4 Zulhijjah 1439 / 15 Agustus 2018

Penderita Kanker yang Menikah dan Meninggal 18 Jam Kemudian

Kamis 04 Januari 2018 13:06 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Teguh Firmansyah

Pernikahan (ilustrasi)

Pernikahan (ilustrasi)

Foto: Prayogi/Republika

REPUBLIKA.CO.ID, CONECTICUT -- Seorang pengantin asal Connecticut akhirnya kalah bertarung dengan kanker payudara yang ia derita. Setelah 18 jam berikrar janji pernikahan dengan pasangannya, Heather Lindsya harus menghembuskan nafas terakhir.

Pasangan  Lindsay dan David Mosher mengucapkan "I do" atau "Saya bersedia" pada tanggal 22 Desember di Ruang Rumah Sakit St. Rancis di Pusat Pengobatan Kanker di Hartford.

Lindsay yang terbaring tak berdaya tetapi masih bisa tersenyum, mengenakan gaun pengantin dan bersolek layaknya pengantin wanita tercantik di hari pernikahan.

Sang suami, David Mosher mengatakan, kata-kata terakhir yang keluar darinya adalah janji. "Kata itu adalah janji pernikahan kami," ujar Mosher kepada ABC News yang dilansir USA Today, Kamis (4/1).

Pasangan tersebut menjalin kasih sejak 2015 setelah bertemu di kelas tari. Lindsay yang tinggal di Broad Brook, Conniecticut, wilayah di sekitar Amerika Serikat, didiagnosis menderita kanker payudara stadium akhir pada Desember 2016. Malam itu, David Mosher di atas kereta kuda melamarnya.

"Saat itu saya mengatakan ingin bersamanya. Dan perlu ia ketahui bahwa ia berjuang dengan penyakitnya tidak senidrian," kata Mosher (35 tahun).

Awalnya mereka akan melangsungkan pernikahan 30 Desember 2017, dikarenakan Lindsay harus menjalani dua operasi dan kemoterapi. Namun, dokter menyuruh lebih cepat untuk mereka berdua melangsungkan pernikahan.

Pasangan tersebut akhirnya bertukar janji di depan orang-orang terkasihnya di rumah sakit. Lindsay yang berusia 31 tahun mengenakan gaun, wig palsu dan perhiasan dan terbaring masih dengan menggunakan oksigen. tetapi tekadnya membuat ia masih bertahan.

"Ia sekarat, kami berada di sana inilah saat-saat terakhir dalam hidupnya. Ia berjuang sampai di titik hari pernikahannya," ujar salah satu pendamping pengantin, Christina Karas.

Keesokan harinya, Lindsay tidak dapat bertahan. hanya dalam kurun waktu 18 jam ia meninggal dunia setelah berikrar janji pernikahan. Seluruh keluarga menghadiri pemakaman keesokan hari. Kanker payudara adalah salah satu kanker paling mematikan di dunia.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Pentas Seniman Bandung Peduli Lombok

Selasa , 14 Agustus 2018, 23:59 WIB