Minggu, 12 Safar 1440 / 21 Oktober 2018

Minggu, 12 Safar 1440 / 21 Oktober 2018

Tingginya Kasus Pernapasan, RS Inggris Tunda Prosedur Medis

Kamis 04 Jan 2018 10:56 WIB

Rep: Noer Qomariah Kusunawardhani/ Red: Winda Destiana Putri

Sakit akibat terserang flu (ilustrasi)

Sakit akibat terserang flu (ilustrasi)

Foto: MASHAROSHEN.COM

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Tingginya tingkat penyakit pernafasan dan tekanan musiman yang ekstrem pada sistem rumah sakit, National Health Service (NHS) Inggris merekomendasikan untuk menunda ribuan prosedur medis. Hal ini dilakukan agar staf menangani pasien darurat serta ketersediaan tempat tidur yang cukup.

Juru bicara NHS Oliver Michelson mengatakan National Emergency Pressures Panel (NEPP) telah menyetujui untuk memperpanjang penangguhan semua perawatan yang tidak mendesak untuk diproses pada 31 Januari. Sementara operasikanker dan prosedur penanganan kritis tetap berjalan sesuai rencana.

55 ribu operasi yang tidak mendesak mungkin akan tertunda, termasuk prosedur operasi pinggul, lutut dan prosedur katarak. Jumlah tersebut bisa meningkat menjadi 350 ribu jika prosedur harian disertakan.

NHS perlu mengambil tindakan lebih lanjut untuk meningkatkan kapasitas dan meminimalkan pembatalan di menit-menit terakhir yang mengganggu. "Itulah sebabnya kami membuat rekomendasi lebih lanjut hari ini," kata Ketua NEPP, Sir Bruce Keogh.

Menteri Kesehatan Jeremy Hunt meminta maaf atas permasalahan tersebut. Ia mengakui tidak ada pertanyaan bahwa rumah sakit di Inggris menghadapi tekanan nyata. "Ini sama sekali bukan yang saya inginkan," kata Hunt.

Kasus flu meningkat hingga 48 persen dalam periode tujuh hari di seluruh Inggris. Lonjakan tersebut dikaitkan dengan dua subtipe agresif yang menyerang populasi secara bersamaan.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES