Selasa, 10 Zulhijjah 1439 / 21 Agustus 2018

Selasa, 10 Zulhijjah 1439 / 21 Agustus 2018

Serangan Udara Koalisi Saudi di Yaman Tewaskan 10 Wanita

Senin 18 Desember 2017 07:58 WIB

Rep: Marniati/ Red: Elba Damhuri

Asap muncul dari ledakan di sebuah depot senjata yang diduduki milisi Houthi sehari setelah AS menuduh Iran mempersenjatai milisi Houthi dengan rudal, di Sana'a, Yaman, Jumat (15/12).

Asap muncul dari ledakan di sebuah depot senjata yang diduduki milisi Houthi sehari setelah AS menuduh Iran mempersenjatai milisi Houthi dengan rudal, di Sana'a, Yaman, Jumat (15/12).

Foto: EPA-EFE/YAHYA ARHAB

REPUBLIKA.CO.ID, SANAA -- Sedikitnya delapan wanita dan dua gadis yang pulang dari sebuah pernikahan tewas dalam serangan udara di barat tengah Yaman. Dilansir di Aljazirah, Senin (18/12), kendaraan wanita tersebut diserang oleh tiga serangan udara koalisi pimpinan Arab Saudi pada Sabtu (16/12) malam.

Serangan tersebut dilaporkan terjadi sekitar pukul 11 malam waktu setempat di distrik Harib al-Qaramish di wilayah Marib, sebelah timur ibu kota Sanaa.

Sejauh ini, koalisi pimpinan Saudi yang memerangi pemberontak Houthi belum berkomentar mengenai dugaan serangan udara tersebut.

Kepala biro kesehatan di Marib, Mohammad al-Sheab, mengatakan semua korban berasal dari keluarga Haysan. Korban berusia antara 30 sampai 50 tahun.

Dalam sebuah posting di Twitter, Juru bicara Ansar Allah, perpanjangan tangan politik Houthi, Mohammad Abdel Salam, menyebut serangan tersebut sebagai "pembantaian".

Abdel Salam juga menuduh koalisi pimpinan Saudi melakukan tiga serangan berdarah di kota Taiz, Saada dan Hodeidah akhir pekan ini. Dia menambahkan bahwa lebih dari 70 orang tewas dalam serangan tersebut.

Arab Saudi telah memimpin sebuah koalisi dalam perang di Yaman sejak Maret 2015, untuk mendorong mundur pemberontak Houthi dan pasukan sekutu, dan mengembalikan Pemerintahan Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi.

Meskipun telah berperang selama lebih dari dua tahun, koalisi sejauh ini gagal mencapai tujuan yang dinyatakannya karena pemberontak Houthi terus menguasai Sanaa dan menguasai utara negara tersebut.

Perang tersebut telah memakan banyak korban di Yaman, negara termiskin di dunia Arab. Lebih dari 10 ribu warga sipil terbunuh, dan jutaan orang Yaman hidup dalam kemiskinan.

Pekan lalu, PBB memperingatkan bahwa sekitar 8,4 juta orang mengalami kelaparan di Yaman. Epidemi kolera juga menjadi masalah kemanusiaan di Yaman.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES