Sunday, 9 Zulqaidah 1439 / 22 July 2018

Sunday, 9 Zulqaidah 1439 / 22 July 2018

Ini Fakta tentang Pelaku Bom di New York

Selasa 12 December 2017 05:33 WIB

Rep: Silvy Dian Setiawan/ Red: Teguh Firmansyah

Pejalan kaki melintasi batas polisi yang dipasang di terminal bus New York City  Senin (11/12) waktu setempat.

Pejalan kaki melintasi batas polisi yang dipasang di terminal bus New York City Senin (11/12) waktu setempat.

Foto: Brendan McDermid/Reuters

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Komisaris Polisi New York City James O'Neill, mengatakan, pelaku bom di Manhattan, New York diketahui bernama Akayed Ullah, yang berusia 27 tahun.

Menurut O'Neill, pria tersebut menggunakan alat peledak improvisasi berteknologi rendah, yang menempel di tubuhnya, dan diledakkan dengan sengaja. Ullah mengalami luka bakar dan luka lain di tubuhnya akibat ledakan tersebut, dan telah dibawa ke Rumah Sakit Bellevue di Manhattan.

Menurut CBS News, Ullah berasal dari Chittagong, Bangladesh dan masuk ke AS bersama orang tua dan saudara kandungnya, pada Februari 2011 dengan visa imigran. Ia menjadi penduduk tetap AS, dan tinggal di Brooklyn, New York City.

Polisi Bangladesh mengatakan, terakhir kali Ullah mengunjungi Bangladesh yaitu pada 8 September lalu. Petugas penegak hukum di AS mengatakan kepada Associated Press, bahwa Ullah dipengaruhi oleh kelompok militaan ISIS, namun ia tidak pernah berhubungan langsung dengan kelompok tersebut.

O'Neill mengatakan, "(Ullah) memang membuat pernyataan tapi kita tidak akan membicarakannya sekarang," kata O'Neill seperti yang dikutip di BBC News, Selasa (12/12).

Komisi Taksi dan Limousine New York City mengatakan kepada CNN bahwa Ullah memegang surat ijin mengemudi dari Maret 2012 hingga Maret 2015. Ia tidak mengendarai taksi kuning New York atau pun Uber. Inspektur Jenderal Polisi di Bangladesh, AKM Shahidul Haque, mengatakan bahwa Ullah juga tidak memiliki catatan kriminal di Bangladesh.

Sebelumnya, terjadi sebuah ledakan di terminal bus Port Authority di dekat Times Square, Manhattan, New York, Amerika Serikat, Senin (11/12) sekitar pukul 07.30 waktu setempat.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES