Tuesday, 10 Zulhijjah 1439 / 21 August 2018

Tuesday, 10 Zulhijjah 1439 / 21 August 2018

Houthi Yaman Sandera Puluhan Jurnalis

Rabu 06 December 2017 13:34 WIB

Rep: Marniati/ Red: Agus Yulianto

Militan Houthi di Yaman (Ilustrasi)

Militan Houthi di Yaman (Ilustrasi)

Foto: AP

REPUBLIKA.CO.ID, SANAA -- Pemberontak Houthi di Yaman telah menahan puluhan wartawan berhari-hari di sebuah stasiun televisi di ibukota tersebut. Badan pengawas media Yaman menuntut agar Houthi segera membebaskan mereka.

Menurut Reporters Without Borders (RSF), pemberontak tersebut meluncurkan granat berpeluncur roket di markas saluran televisi Yaman Al Youm di Sanaa pada Sabtu sebelum menyerbu stasiun tersebut dan menyandera 41 karyawan di dalamnya.

Dilansir di Aljazirah, Rabu (6/12), tiga petugas keamanan terluka dalam serangan tersebut. "Kami mengecam tindakan kekerasan terhadap wartawan oleh Houthi, yang merupakan pelanggaran serius terhadap Konvensi Jenewa," kata kepala RSF Timur Tengah, Alexandra El Khazen.

Ia mengatakan, penyanderaan ini khas iklim permusuhan di Yaman terhadap wartawan yang sering menjadi sasaran konflik. Serangan dan penyanderaan tersebut terjadi di tengah meningkatnya ketegangan setelah pasukan yang setia kepada mantan presiden Ali Abdullah Saleh memutuskan hubungan dengan Houthi. Hal ini memicu pertempuran senjata dan tembakan artileri di ibu kota.

Komite Internasional Palang Merah (ICRC) mengatakan, sedikitnya 234 orang telah terbunuh dan lebih dari 400 lainnya cedera dalam pertempuran di Sanaa sejak awal bulan ini.

Saleh ditembak mati oleh Houthi. Kematian Saleh menimbulkan pertanyaan tentang apa yang akan terjadi selanjutnya dalam perang tiga tahun yang telah menewaskan sedikitnya 10 ribu orang tersebut.

Yaman Al Youm TV berafiliasi dengan Kongres Rakyat Umum, partai Saleh. Sumber RSF mengatakan, para wartawan dipaksa untuk menyerahkan kode akses saluran TV, yang memungkinkan Houthi menyiarkan konten mereka sendiri. Sedikitnya 13 wartawan dan pekerja media lainnya saat ini disandera di Yaman oleh kelompok bersenjata, termasuk Huthi dan al-Qaeda.

Yaman berada di peringkat 166 dari 180 negara di Indeks Kebebasan Pers Dunia 2017 di RSF. Konflik di Yaman telah menimbulkan bencana kemanusiaan dengan jutaan orang yang berada dalam kondisi kelaparan. Sebuah koalisi militer yang dipimpin Arab Saudi yang memerangi Houthi terus memblokade sebagian besar negara tersebut.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA