Jumat, 6 Zulhijjah 1439 / 17 Agustus 2018

Jumat, 6 Zulhijjah 1439 / 17 Agustus 2018

London di Bawah Ancaman Nuklir Korut

Ahad 10 September 2017 19:13 WIB

Rep: FIRA NURSYAHBANI/ Red: Winda Destiana Putri

Nuklir Korea Utara.

Nuklir Korea Utara.

Foto: Reuters/Damir Sagolj

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON - Menteri Pertahanan Inggris Sir Michael Fallon mengatakan London berada di bawah ancaman rudal nuklir Korea Utara. Menurutnya, setiap konfrontasi militer antara Amerika dan Korut harus dihindari dengan segala cara dan juga harus ada upaya diplomatik yang lebih besar untuk mengendalikan Kim Jong-un.

Komentarnya dinyatakan saat Sekretaris Jenderal NATO, Jens Stoltenberg, mengatakan rezim Korut sekarang telah menjadi ancaman global. "Ini melibatkan kami. London lebih dekat ke Korea Utara daripada Los Angeles," ujar Fallon kepada BBC.

Ketika ditanya apakah Korut bisa menyerang London, dia berkata belum saat ini. "Tapi mereka jelas mempercepat program rudal mereka. Rentangnya semakin lama dan lama dan kita harus menghentikan program ini karena bahaya salah perhitungan akan memicu respons sangat besar," ungkapnya.

Sebuah sumber mengatakan Inggris dan Amerika sama-sama terkejut dengan kecepatan kemajuan program nuklir dan rudal Korut. Rezim tersebut telah meluncurkan serangkaian uji coba rudal yang lebih kuat dan awal bulan ini telah meledakkan bom hidrogen terbesarnya.

Sebelumnya, beberapa pihak percaya Korut memerlukan satu dekade untuk dapat meluncurkan rudal balistik antar benua dengan hulu ledak nuklir. Namun mereka berhasil memangkas sampai beberapa tahun saja.

Sumber : Center
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES