Monday, 30 Jumadil Akhir 1441 / 24 February 2020

Monday, 30 Jumadil Akhir 1441 / 24 February 2020

Trump Ancam Setop Pemerintahan demi Bangun Tembok Perbatasan

Rabu 23 Aug 2017 15:07 WIB

Rep: Puti Almas/ Red: Teguh Firmansyah

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump

Foto: AP

REPUBLIKA.CO.ID, PHOENIX -- Presiden Amerika Serikat (AS) trump">Donald Trump bersumpah akan menghentikan jalannya pemerintahan Paman Sam, Selasa (22/8). Langkah ini menurutnya dapat dilakukan jika diperlukan dalam upaya membangun tembok di perbatasan Meksiko.

Pada 25 Januari lalu, Trump telah menandatangani perintah eksekutif untuk membangun dinding di perbatasan AS dan Meksiko. Sesuai dengan janji kampanye sebelum pemilihan umum (pemilu) 2016, miliarder itu berulang kali mengatakan langkah itu diperlukan untuk memperkuat keamanan negara dan secara khusus mencegah arus imigran yang datang ke Negeri Paman Sam.

Namun, pembangunan ini terhalang karena Kongres AS yang masih mempertimbangkan apakah hal itu benar-benar diperlukan. Meski rincian biaya dan anggaran untuk pembuatan tembok tersebut dikeluarkan, namun hingga kini Senat negata itu belum memberikan persetujuan.

Di antara senator AS yang menolak pembangunan itu disebut berasal dari politisi Partai Demokrat. Karena itu, Trump yang merasa geram mengatakan bahwa mereka adalah penghalang utama dan membuat resiko besar bagi keamanan negara adidaya itu.

"Jika diperlukan, saya akan menutup pemerintahan ini demi dapat membangun tembok yang tentunya diinginkan oleh semua warga Amerika demi keamanan bangsa ini," ujar Trump dalam pidato kepada para pendukungnya di Phoenix, Arizona, seperti dilansir The Telegraph, Rabu (23/8).

Trump telah meminta anggaran setidaknya 1,6 miliar dolar AS untuk biaya pembangunan tembok. Pria berusia 70 tahun itu memberi ancaman kepada kongres agar dapat mengeluarkan anggaran tersebut sebelum akhir September mendatang.

Sebelumnya, Trump kerap meminta agar Meksiko membayar biaya pembangunan itu. Namun, hanya beberapa lama setelahnya ia mempertimbangkan penggunaan pajak impor barang dari negara tetangga itu untuk dapat dijadikan anggaran pembangunan tersebut.

Gedung Putih pernah mengatakan setidaknya pajak 20 persen yang ditetapkan untuk impor dapat menghasilkan 10 miliar dolar AS per tahun. Selama ini, AS dan Meksiko menghasilkan biaya pajak mencapai 1,6 miliar dolar AS per hari dalam perdagangan lintas batas.

Presiden Meksiko Enrique Pena Nieto juga saat itu menegaskan bahwa negaranya tidak akan membayar sepeserpun biaya pembangunan dinding di perbatasan AS yang disebut memiliki panjang hampir 2000 mil tersebut. Ia juga sempat membatalkan rencana pertemuan dengan Trump pada Januari lalu karena masalah itu.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA