Minggu, 21 Safar 1441 / 20 Oktober 2019

Minggu, 21 Safar 1441 / 20 Oktober 2019

Militer Filipina akan Rekrut Tentara Muslim

Ahad 16 Apr 2017 09:48 WIB

Rep: Marniati/ Red: Bilal Ramadhan

Tentara Filipina

Tentara Filipina

Foto: Reuters

REPUBLIKA.CO.ID, MANILA -- Angkatan Bersenjata Filipina (AFP) mengumumkan bahwa mereka akan merekrut prajurit baru. Dalam sistem perekrutan nanti, lima persen kuota yang tersedia akan diperuntukan bagi muslim Filipina.

Kepala Staf Umum AFP, Eduardo Año memerintahkan alokasi maksimal dari kuota lima persen untuk muslim  sebagai petugas, taruna, atau personil. Menurutnya, AFP berkeinginan agar kekuatan militer mewakili seluruh masyarakat Filipina.

"Kami ingin memastikan bahwa kami memodernisasi. Kita tidak akan memfokuskan perhatian hanya dalam persenjataan dan peralatan tetapi dalam memberdayakan sektor-sektor tertentu  seperti wanita, Masyarakat, dan Muslim,” ujar Año seperti dilansir HYPERLINK "http://gmanetwork.com"gmanetwork.com (15/4).

Sementara itu, Kepala Kelautan AFP, Kolonel Edgard Arevalo menjelaskan saat ini, AFP telah mengalokasikan 10 persen dari kuota perekrutan untuk tentara wanita, sedangkan lima persen untuk orang-orang pribumi, dan pendaftaran khusus. Di Angkatan Darat Filipina saja, sekitar 3.600 ditargetkan untuk pendaftaran reguler.

"Jika alokasi baru akan dilaksanakan, 180 akan didedikasikan untuk pelamar Muslim," kata Arevalo.

Menurutnya,  Angkatan Udara Filipina memiliki kuota 600 untuk personel tamtama dan 80 untuk perwira militer. Angkatan Laut Filipina memiliki 1.660 personil terdaftar dan 140 untuk petugas. Ia menerangkan, dengan adanya sistem perekrutan baru ini maka diharapkan AFP dapat membentuk batalion tentara Muslim.

Dalam jangka panjang, akan terbentuk sebuah brigade atau divisi yang terdiri dari umat Islam. Nantinya mereka akan ditempatkan di daerah-daerah yang berpenduduk mayoritas muslim. “Para prajurit Muslim akan terdiri dari unit terbaik dan akan menyebar ke komunitas Muslim karena mereka dapat mengikuti budaya dan memliki pengetahuan agama Islam,” tambahnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA