Wednesday, 4 Rabiul Awwal 1442 / 21 October 2020

Wednesday, 4 Rabiul Awwal 1442 / 21 October 2020

Ini Tulisan Media Cina Soroti Berita Palsu Sentimen Anti Cina di Indonesia

Jumat 23 Dec 2016 20:23 WIB

Rep: Puti Almas/ Red: Teguh Firmansyah

Ilustrasi tenaga tenaga kerja asing illegal asal Cina.

Foto:

Banyak pendukungnya yang menilai hal itu terjadi karena warga Indonesia tidak siap memiliki pemimpin keturunan Cina. Selain itu, ada kemungkinan tak sedikit pihak yang khawatir dengan pertumbuhan jumlah investor Cina yang dapat terus meningkat dengan terpilihnya Ahok sebagai pemimpin Ibu Kota pada 2017 mendatang.

Peneliti Asia Tenggara dari ISEA-Yusof Ishak Institute di Singapura, Mustafa Izzudin, mengatakan sentimen anti-Cina di Indonesia didorong oleh ketakutan masyarakat yang tak ingin negaranya dikuasai negara lain. Terlebih, mengingat Cina memegang kekuasaan dalam banyak investasi dan hal itu berarti Tanah Air 'dijual' kepada pihak asing.

"Agama menjadi hal yang ditonjolkan dalam sentimen anti-Cina. Banyak orang yang berpendapat umat Muslim Indonesia saat ini banyak yang bersikap tidak toleran terhadap nonMuslim," ujar Mustafa seperti dilansir SCMP.

Menurut pengamat politik Marcus Mietzner, sentimen terhadap Cina dapat mengancam stabilitas sosial Indonesia. Isu politik dan ekonomi yang berkaitan dengan posisi etnis di negara ini dinilai semakin berkembang ke arah yang membuat perpecahan.

Pendekatan paling layak untuk memerangi berita palsu terkait sentimen anti-Cina adalah dengan berbagai pendekatan di media sosial. Tidak hanya untuk mencari sumber, namun juga semua yang menyebarkan isu-isu tersebut.

"Jangan hanya terfokus pada potongan berita palsu dan sumbernya, namun siapa yang ikut berkonfrontasi dalam hal itu," jelas Mustafa.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA