Tuesday, 15 Syawwal 1440 / 18 June 2019

Tuesday, 15 Syawwal 1440 / 18 June 2019

Pascakudeta Militer, Erdogan Muncul di Istanbul

Sabtu 16 Jul 2016 09:13 WIB

Rep: Melisa Riska Putri/ Red: Nidia Zuraya

 Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan

Foto: EPA

REPUBLIKA.CO.ID, ISTANBUL -- Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan telah melakukan penerbangan ke Istanbul, setelah sebuah kelompok militer melakukan kudeta. Ia terlihat dikelilingi pendukungnya dan mengatakan pemberontakan merupakan tindakan pengkhianatan.

Dalam kesempatan itu, Erdogan menyerukan rakyat untuk turun ke jalan menentang pemberontakan. "Saya mendesak rakyat Turki untuk berkumpul di alun-alun publik dan bandara, saya tidak pernah percaya pada kekuatan yang lebih tinggi dari kekuatan rakyat," katanya dilansir BBC News, Sabtu (16/7).

Kelompok tentara sebelumnya menyatakan ada jam malam dan darurat militer. 

Tapi Perdana Menteri Binali Yildirim kemudian mengatakan, situasi itu sebagian besar di bawah kendali dan zona larangan terbang dinyatakan di atas ibu kota Ankara. Militer sebelumnya terlihat di titik-titik strategis di Istanbul dengan jet yang terbang rendah di Ankara.

Dua ledakan besar juga terdengar di dekat pusat Kota Istanbul, Taksim Square. Ada juga ledakan di gedung parlemen di Ankara.

Tidak jelas siapa yang memimpin rencana kelompok militer tersebut atau berapa banyak dukungan yang mereka dapat. Beberapa pejabat tinggi militar dikabarkan ditahan.

 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA