Tuesday, 16 Rabiul Akhir 1442 / 01 December 2020

Tuesday, 16 Rabiul Akhir 1442 / 01 December 2020

Politikus Australia Sebut Islam Agama Kebencian

Selasa 05 Jul 2016 12:32 WIB

Rep: Gita Amanda/ Red: Karta Raharja Ucu

Islamofobia (ilustrasi)

Islamofobia (ilustrasi)

Foto: avizora.com

REPUBLIKA.CO.ID, CANBERRA -- Calon senator New South Wales dari Partai One Nation Brian Burston menilai Islam ingin membawa kekhalifahan atau hukum syariah ke Australia. Ia menggambarkan Islam sebagai agama kebencian.

"Pada akhirnya kita akan memiliki semacam kekhalifahan atau hukum syariah di Australia. Itulah yang mereka inginkan, akhirnya mereka ingin memiliki kontrol dari setiap negara di dunia tanpa diragukan lagi," katanya seperti dilansir Daily Mail, Selasa (5/7).

Burston mengklaim tujuan akhir Islam adalah kekhalifahan di Australia dan seluruh dunia. Namun meski mengeluarkan pernyataan keras soal Islam, Burston mengaku memiliki banyak teman Muslim.

"Saya tak mengatakan semua Muslim buruk. Saya punya beberapa teman beragama Islam dan saya punya banyak klien beragama Islam," kata arsitek di wilayah Hunter Valley tersebut.

Namun, Burston mengatakan, ia memiliki beberapa kekhawatiran soal Islam dan dampaknya pada budaya Australia. Ia mencontohkan salah satunya pada sertifikasi halal.

Dalam wawancara sebelumnya dengan Daily Telegraph, Burston mengatakan Islam merupakan pelaggaran pada negaranya dan menggambarkan Islam sebagai agama kebencian.

"Mereka datang. Mereka akan memperkenalkan kekhalifahan, mereka ingin kekhalifahan di sini dan itu akan terjadi suatu hari nanti," katanya kepada Telegraph.

Ucapan itu dikecam Advokat Mariam Veiszadeh. Mariam mengatakan komentar Burston tersebut tak mendasar dan berbatasan dengan delusi. Menurut Mariam senator One Nation harusnya tak bisa mengabaikan ini karena mereka mewakili kelompok yang terabaikan dan berkembang di Australia.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA