Sunday, 21 Syawwal 1443 / 22 May 2022

Konservatif Sesali Taktiknya Hingga Membuat Sadiq Khan Menang

Ahad 08 May 2016 09:34 WIB

Rep: Gita Amanda/ Red: Ani Nursalikah

Sadiq Khan, Wali Kota Muslim pertama London.

Sadiq Khan, Wali Kota Muslim pertama London.

Foto: AP Photo/Kirsty Wigglesworth

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Sejumlah anggota Partai Konservatif Inggris menyesali langkah penguasa Konservatif yang menghubungkan Sadiq Khan dengan ekstremisme. Fokus pada isu agama ternyata menjadi bumerang bagi kota yang terkenal dengan keanekaragamannya tersebut.

Sadiq Khan dari Partai Buruh Inggris dilantik pada Sabtu (7/5) lalu menjadi Wali Kota Muslim pertama London. Ia meraih kemenangan setelah sebelumnya kampanye Konservatif menghubungkannya dengan ekstremisme.

Anak seorang sopir migran asal Pakistan itu pun mengalahkan kandidat konservatif Zac Goldsmith yang merupakan anak miliarder Inggris. Margin kemenangan Khan bahkan mencetak rekor terbesar dalam sejarah politik Inggris.

The Financial Times mengatakan, hasil tersebut menyoroti toleransi di London. Kemenangan luar biasa atas ketegangan rasial dan agama yang telah lama melanda sejumlah ibu kota negara-negara di Uni Eropa.

Politisi dari berbagai pihak mengutuk taktik Partai Konservatif dalam kampanye. Tapi setelah kejadian itu, Menteri Pertahanan Inggris Michael Fallon dari Konservatif tetap menolak meminta maaf.

"Dalam pemilu yang kacau dan kasar, anda bisa mengungkapkan pendapat dan mengajukan pertanyaan. Saya pikir untuk calon pemimpin paling penting di Inggris penting untuk diteliti latar belakang masa lalu mereka," katanya.

Tokoh dari Konservatif termasuk Perdana Menteri David Cameron dan Fallon sendiri, memang telah mempertanyakan apakah London akan aman di bawah kendali Khan. Menanggapi hal itu Khan mengatakan kepada koran Observer, sikap tersebut seperti yang digunakan dalam kampanye Donald Trump. Khan mengatakan telah berperang melawan ekstremisme sepanjang hidupnya.

"Mereka menggunakan rasa takut dan sindiran untuk mencoba membuat kelompok etnis dan agama berlawanan satu sama lain, sesuatu yang jadi pedoman Donald Trump," ujar Khan.

Selama kampanye Goldsmith memang telah bergabung dengan Cameron dan anggota senior partai lain, mempertanyakan masa lalu Khan yang pernah berbicara dengan pembicara Muslim radikal di beberapa acara. Mereka bahkan menuduh Khan memberi oksigen bagi ekstremisme.

Mantan ketua Partai Konservatif Sayeeda Warsi mengatakan, kampanye tersebut telah merusak kredibilitas partai dengan isu ras dan agama. Politisi Partai Buruh juga meminta Fallon dan Cameron berhenti menjelekkan kandidat mereka. Wali Kota sayap kiri New York dan Paris bahkan memberikan penghormatan pada Khan. Begitu pula calon presiden Amerika Serikat Hillary Clinton.

Kemenangan Khan membuatnya menjadi Muslim pertama yang memimpin ibu kota terbesar di Barat. Kemenangan di London merupakan titik terang bagi Partai Buruh, yang mengalami hasil buruk di beberapa tempat.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA