Monday, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

Monday, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

Menlu Retno Intensifkan Koordinasi Selamatkan 10 WNI

Senin 04 Apr 2016 15:06 WIB

Red: Ani Nursalikah

Menteri Luar Negeri Retno L.P. Marsudi memberikan pernyataan pers di Kantor Kementerian Luar Negeri, Jakarta, (29/3).

Menteri Luar Negeri Retno L.P. Marsudi memberikan pernyataan pers di Kantor Kementerian Luar Negeri, Jakarta, (29/3).

Foto: Antara/Suwandy

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi mengintensifkan koordinasi dengan Menlu Filipina Jose Rene Almendras dengan langsung berkunjung ke negara tersebut untuk menyelamatkan 10Anak Buah Kapal (ABK) WNI yang menjadi sandera kelompok militan Abu Sayyaf.

Juru Bicara Kemenlu RI Arrmanatha Nasir menyampaikan di Jakarta, Senin (4/4), Menlu Retno berkunjung ke Filipina untuk berkoordinasi langsung dengan Menlu Almendras pada Jumat (1/4) lalu. Namun, Tata, sapaan akrabnya, menolak menjelaskan hasil-hasil pertemuan tersebut dengan alasan informasi terkait penyanderaan tersebut hanya berasal dari satu pintu, yakni Menlu Retno.

"Komunikasi dengan pemerintah Filipina terus berlangsung, saatnya nanti yang bisa disampaikan ke teman-teman pasti akan kita sampaikan," kata dia.

Diwawancarai secara terpisah setelah memenuhi panggilan Presiden Joko Widodo, Senin, Menlu Retno mengatakan dirinya baru saja melaporkan hasil kunjungannya ke Filipina.

"Intinya kami dari pemerintah secara terkoordinir bekerja terus dengan pemerintah Filipina untuk upaya pembebasan 10 ABK tersebut, dan sekali lagi keselamatan ABK menjadi acuan utama dari semua opsi yang masih terbuka ini," ujarnya.

Sebelumnya, dalam pernyataan pers Menlu RI pada Kamis (31/3) lalu, menyatakan telah mengetahui posisi dan kondisi 10 WNI yang disandera kelompok Abu Sayyaf.

 

Baca: Astaghfirullah, Politisi Ini Usul Pelarangan Alquran

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA