Sabtu, 10 Rabiul Akhir 1441 / 07 Desember 2019

Sabtu, 10 Rabiul Akhir 1441 / 07 Desember 2019

Bertemu Dubes RI, Ini Pendapat Vatikan tentang LGBT

Jumat 26 Feb 2016 13:42 WIB

Rep: Gita Amanda/ Red: Teguh Firmansyah

Gereja Vatikan

Gereja Vatikan

Foto: kenraggio.com

REPUBLIKA.CO.ID, VATIKAN -- Duta Besar Indonesia untuk Takhta Suci Vatikan Antonius Agus Sriyono bertemu dengan Menteri Luar Negeri Vatikan Mgr Paul Richard Galagher pada Rabu (24/2) di kantor Sekretariat Negara Vatikan. Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar 45 menit itu, mereka membahas berbagai isu, mulai dari Interfaith Dialogue, Asian Youth Day 2017, Kemerdekaan Palestina, Papua, hingga LGBT.

Atas pertanyaan Sriyono mengenai kebijakan Vatikan terhadap fenomena LGBT, Mons Galagher menjelaskan bahwa Vatikan membagi hal itu menjadi dua permasalahan. Menurutnya, Vatikan melihat LGBT dari aspek orientasi seksual dan LGBT sebagai sebuah "gerakan".

"Sebagai gejala orientasi seksual, kita perlu menghargai hak-hak pribadi mereka sebagai manusia dan hal ini perlu diupayakan proses 'penyembuhan'. Adapun apabila LGBT merupakan sebuah ‘gerakan’, hal tersebut tentu bertentangan dengan ajaran gereja di mana gereja Katolik mengategorikannya sebagai dosa," ujar Mons Galagher, seperti dikutip dari siaran pers Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Takhta Suci Vatikan yang diterima Republika.co.id, Kamis (25/2).

Selain membahas soal LGBT, Sriyono juga menyinggung masalah Interfaith Dialogue. Mgr Galagher menyampaikan penghargaan terhadap toleransi masyarakat Indonesia yang mayoritas beragama Islam. Meskipun demikian, diakuinya masih terdapat riak-riak intoleransi di berbagai wilayah di Indonesia, khususnya dalam pembangunan rumah ibadat.

Baca juga, Ini Pernyataan Manny Pacquiao yang Membuat Kelompok LGBT Marah.

Sriyono pun menyatakan harapannya bahwa Paus Fransiskus bisa hadir dalam Asian Youth Day. Acara tersebut diperkirakan akan dihadiri sekitar 29 negara di Asia. Menanggapi hal tersebut, Mgr Galagher menyatakan akan menyampaikan hal tersebut kepada State Secretary, Cardinal Pietro Parolin.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA