Minggu, 10 Rabiul Awwal 1440 / 18 November 2018

Minggu, 10 Rabiul Awwal 1440 / 18 November 2018

Ratusan Primata Jadi Korban Kelinci Percobaan

Senin 25 Jan 2016 10:02 WIB

Rep: Amri Amrullah/ Red: Achmad Syalaby

 Sejumlah aktivis lingkungan yang tergabung dalam Pro Fauna peringati Hari Primata dengan melakukan aksi di taman Cikapayang, Bandung, Jumat(30/1).  (Septianjar Muharam)

Sejumlah aktivis lingkungan yang tergabung dalam Pro Fauna peringati Hari Primata dengan melakukan aksi di taman Cikapayang, Bandung, Jumat(30/1). (Septianjar Muharam)

REPUBLIKA.CO.ID, SYDNEY -- Otoritas pemerhati lingkungan Australia mengkritisi adanya ratusan ekor primata dari berbagai jenis dikirim ke Australia untuk dijadikan kelinci percobaan medis di Sydney. Dilansir dari Sydney Morning Herald, lebih dari 370 primata telah menjadi korban penelitian medis selama lebih kurang 15 tahun terakhir.

Kelompok penyayang, pencegahan dari kekerasan binatang Autralia (RSPCA) mengatakan para peniliti melakukan tes dengan pendekatan yang tidak memperhatikan perawatan pada primata  tersebut. Jutaan dolar dana hibah penelitiaan digunakan untuk melakukan percobaan klinis terhadap primata. 

"Prosedur percobaan klinis hewan-hewan ini mengerikan, dan bahkan bisa dibandingkan seperti percobaan pada Frankenstein. Sedangkan banyak percobaan medis ini dilakukan dengan menggunakan dana pembayar pajak," Helen Marston, kepala eksekutif Humane Research Australia, dikutip dari Russia Today, Ahad (24/1)

Pihak rumah sakit yang berhubungan dengan studi penelitian ini menolak merinci jumlah primata yang telah menjadi korban eksperimen, baik yang telah meninggal atau terpaksa dibunuh. Percobaan klinis pada primata ini terungkap ke publik setelah salah satu tes dikabarkan menyebabkan seekor babun mati setelah mendapatkan transplantasi ginjal dari babi.

Temuan kali adalah primata kecil marmoset yang mati akibat sengaja diberikan obat overdosis untuk dibedah mata dan anggota badannya. Diantara 370 ekor primata yang diimpor tersebut terdiri atas 255 jenis kera ekor pendek asal Indonesia, 46 monyet bewajah burung hantu dari AS, 59 marmoset dari Swiss dan Prancis serta 10 jenis kera ekor panjang dari Prancis.

 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES