Friday, 6 Syawwal 1441 / 29 May 2020

Friday, 6 Syawwal 1441 / 29 May 2020

AS: Rusia Terlalu Dini Undang Oposisi Suriah

Rabu 04 Nov 2015 08:51 WIB

Red: Ani Nursalikah

Negara-negara yang akan membahas penanganan krisis Suriah

Negara-negara yang akan membahas penanganan krisis Suriah

Foto: AP

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Departemen Luar Negeri AS pada Selasa (3/11) menyatakan terlalu dini buat Moskow untuk mengundang oposisi Suriah agar menghadiri pembicaraan di Rusia.

Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS Elizabeth Trudeau mengakui ia telah melihat laporan Rusia akan mengadakan pertemuan antara Pemerintah Suriah dan anggota oposisi pekan depan.

"Kami kira itu terlalu dini. Akan tiba waktunya dan tempat ketika kelompok oposisi hadir. Kami kira kita belum sampai di sana," ujarnya kepada wartawan.

Ia mendesak Rusia agar memusatkan upayanya pada ISIS dan menggunakan pengaruhnya atas pemerintah Presiden Suriah Bashar al-Assad guna mendukung peralihan politik murni di Suriah.

"Kami tak percaya kita siap bagi pembahasan sampai masyarakat internasional mencapai konsensus yang lebih besar mengenai langkah maju," kata Trudeau.

Dia menambahkan untuk saat ini, semua negara yang terlibat dalam upaya diplomatik mengenai konflik Suriah mesti memusatkan upaya pada apa yang disepakati dalam pembicaraan di Wina.

Pertemuan internasional pada Jumat mengenai Suriah tidak menghasilkan kesepakatan mengenai masa depan Presiden Suriah Bashar al-Assad, meskipun para pelaku utama menemukan dasar yang sama mengenai penyelesaian bagi negara yang dicabik perang itu.

Setelah berjam-jam pembicaraan di Ibu Kota Austria tersebut, para pemain utama sepakat menggagas proses diplomatik guna menemukan penyelesaian bagi krisis Suriah.

Namun, dalam taklimat bersama, Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov dan Menteri Luar Negeri AS John Kerry mengakui perbedaan masih ada mengenai masa depan Bashar al-Assad.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA