Wednesday, 21 Zulqaidah 1440 / 24 July 2019

Wednesday, 21 Zulqaidah 1440 / 24 July 2019

Australia Kerahkan 300 Pasukan Tambahan ke Irak

Selasa 03 Mar 2015 11:00 WIB

Red: Yudha Manggala P Putra

Pasukan Australia di Irak.

Pasukan Australia di Irak.

Foto: abc news

REPUBLIKA.CO.ID, SYDNEY -- Pemerintah Australia mengumumkan bakal mengerahkan 300 pasukan tambahan ke Irak. Pasukan ini akan bergabung dengan pasukan Selandia Baru guna melatih tentara setempat yang sedang memerangi kelompok ISIS.

Menurut PM Australia Tony Abbot, pengiriman tersebut menyusul permintaan resmi dari Irak dan AS. "Saya ingin menekankan bahwa kami telah mempertimbangkan keputusan ini secara matang. Sebenarnya, adalah Irak yang harus menaklukkan kelompok ISIS, tapi kami tidak ingin membiarkan mereka sendirian," kata Abbot di Canberra.

"Kami sebenarnya enggan untuk memutuskan ini karena kami adalah masyarakat yang cinta damai dan tidak ingin mencampuri konflik yang jauh dari kami, tapi seperti yang kita tahu, konflik ini juga telah mempengaruhi kami dalam beberapa bulan ini," katanya.

Sebanyak 170 tentara khusus Australia sebelumnya sudah lebih dulu berada di Irak untuk membantu melatih pasukan setempat. "Saya tegaskan, kelompok militan tersebut telah mencapai negeri kita karena sekitar 100 warga Australia ikut bergabung dengan ISIS dan kelompok teroris lainnya di Suriah dan Irak," kata Abbot.

"Sekitar 150 lainnya di dalam negeri mendukung gerakan militan tersebut, jadi keputusan ini tidak hanya masalah domestika Australia, tapi juga masalah keamanan internasional."

Pasukan Autralia dan Selandia Baru ditempatkan di markas militer di Taji, utara Baghdad sejak Mei 2014 lalu. Sejak Agustus 2014, militer AS, bersama Australia telah melakukan serangkaian serangan udara ke kantong-kantong perlawanan ISIS di Irak dan Suriah.

Tapi dukungan Australia hanya terbatas dalam bentuk dukungan pelatihan, konsultan dan pengintaian.

Australia telah menyumbangkan sekitar 2.000 pasukan bergabung dengan pasukan koalisi pimpinan AS di Irak sejak Maret 2013, sebelum kemudian menarik pasukan pada 2009. Tidak ada pasukan Australia yang menjadi korban selama operasi militer tersebut.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA