Monday, 12 Jumadil Akhir 1442 / 25 January 2021

Monday, 12 Jumadil Akhir 1442 / 25 January 2021

Pimpin Timor Leste, Ini Sosok Pengganti Xanana Gusmao

Rabu 11 Feb 2015 04:34 WIB

Red: Agung Sasongko

Xanana Gusmao

Xanana Gusmao

Foto: Republika/Tahta Aidilla

REPUBLIKA.CO.ID, DILI -- Presiden Timor Timur memilih mantan Menteri Kesehatan Rui Araujo menjadi perdana menteri baru negara miskin itu.  Araujo menggantikan pahlawan kemerdekaan Xanana Gusmao, yang mundur pada pekan lalu untuk memungkinkan angkatan muda memimpin.

Xanana, 68, dan partainya CNRT yang berkuasa mengusulkan Araujo, meskipun dokter lulusan Selandia Baru itu dari partai lawan, Fretilin. "Presiden republik ini menerima usul CNRT, partai pemenang pemilihan anggota parlemen lalu, yang mencalonkan Dr Rui Maria Araujo untuk jabatan perdana menteri," kata pernyataan pemerintah.

Presiden mengikuti undang-undang dasar dengan berembuk dengan semua partai di Parlemen Nasional dan Dewan Negara. Menurut undang-undang nomor 07 tahun 2007 Timor Timur, masa bakti perdana menteri berakhir dengan pelantikan penggantinya oleh presiden.

Araujo diperkirakan dilantik pada pekan ini menjadi Perdana Menteri kelima Timor Timur sejak lepas dari Indonesia pada 2002. "Penunjukan Rui harus mengubah politik Timor dengan mengantarkan masa baru kerja sama lintas partai," kata Cillian Nolan, wakil direktur pusat kajian, Lembaga Pengulasan Kebijakan Kemelut, di Jakarta.

"Tantangannya adalah menumbuhkan jenis sama kewenangan dan kemampuan pendahulunya," katanya.

Banyak yang percaya Xanana, yang menjadi perdana menteri pada Mei 2007 setelah menjabat presiden pertama, akan mempertahankan pengaruh di pemerintahan, tapi tidak jelas kemungkinan perannya. Timor Timur berjuang mengembangkan perekonomian. Meskipun hasil gas bernilai miliaran dolar (triliunan rupiah), sekitar setengah dari 1,2 juta penduduk negara itu miskin, kata Bank Dunia.

Timor Timur mencoba lebih mengembangkan sumber daya alamnya untuk meningkatkan lapangan kerja dan pendapatan pemerintah. Negara itu sedang dalam pembicaraan dengan Woodside Petroleum Australia untuk menyelesaikan sengketa puluhan tahun atas kegiatan Greater Sunrise, yang belum berkembang 40 tahun setelah ladang gas itu ditemukan.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA