Friday, 21 Rajab 1442 / 05 March 2021

Friday, 21 Rajab 1442 / 05 March 2021

Muhammadiyah: Umat Islam Jangan Terpancing Charlie Hebdo

Selasa 13 Jan 2015 17:22 WIB

Red: Damanhuri Zuhri

Sekretaris Pimpinan Pusat Muhammadiyah Abdul Mu’ti

Sekretaris Pimpinan Pusat Muhammadiyah Abdul Mu’ti

Foto: Republika/Aditya Pradana Putra

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sekretaris Pimpinan Pusat Muhammadiyah Abdul Mu'thi mengatakan, umat Islam di Indonesia dan seluruh dunia jangan terpancing dengan provokasi yang dilakukan majalah Charlie Hebdo dan para pendukungnya yang akan menerbitkan kembali sampul bergambar kartun Nabi Muhammad.

"Lebih baik umat Islam memandang persoalan ini sebagai ujian kesabaran. Tanggapi dengan arif dan bijaksana dengan menghindari tindakan anarkistis," kata Abdul Mu'thi dihubungi di Jakarta, Selasa.

Abdul Mu'thi mengatakan Charlie Hebdo merupakan majalah yang dibuat kelompok sekuler antiagama. Yang dihina dan diejek bukan saja Nabi Muhammad, tetapi juga orang-orang suci dari agama lain seperti Yesus Kristus dari agama Kristen.

Namun, umat Kristen di Eropa tampaknya tidak menanggapi penghinaan Charlie Hebdo terhadap Yesus secara berlebihan, apalagi anarkistis, meskipun terjadi beberapa aksi demonstrasi.

Abdul Mu'thi mengatakan penerbitan edisi terbaru Charlie Hebdo dikhawatirkan akan memicu reaksi emosional dari dunia Islam. Apalagi dikabarkan edisi terbaru itu akan dicetak tiga juta eksemplar, jauh di atas oplah majalah itu biasanya yang hanya 60.000.

"Penerbitan melebihi oplah yang biasanya itu bisa dimaknai sebagai upaya untuk memancing emosi umat Islam. Hal itu bisa ditanggapi kelompok radikal dengan tindakan anarkistis yang bisa memperkeruh keadaan," tuturnya.

Abdul Mu'thi sangat menyayangkan apabila edisi terbaru Charlie Hebdo yang diterbitkan hingga tiga juta eksemplar benar-benar dimaksudkan untuk memancing emosi umat Islam. Seharusnya, mereka sadar bahwa mereka hidup di dunia global.

"Meskipun Pemerintah Prancis tidak bisa melarang mereka, tetapi seharusnya juga tidak tinggal diam. Harus ada komunikasi dengan negara-negara lain khususnya negara Islam supaya tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.''

Reuters merilis edisi terbaru Charle Hebdo akan terbit, Rabu (14/1). Pada sampul edisi terbaru tersebut, Charlie Hebdo kembali menampilkan gambar kartun yang disebut sebagai figur Nabi Muhammad sedang membawa tulisan Je Suis Charlie yang berarti Saya Charlie.

Je Suis Charlie digunakan pendukung Charlie Hebdo yang juga mengutuk penyerangan kantor redaksi majalah tersebut yang mengakibatkan 17 orang meninggal beberapa waktu sebelumnya.

sumber : antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA