Sunday, 8 Rabiul Awwal 1442 / 25 October 2020

Sunday, 8 Rabiul Awwal 1442 / 25 October 2020

Tentara Mesir Tewas Ditembak Penembak Gelap

Senin 22 Jul 2013 08:04 WIB

Red: Didi Purwadi

Tentara Mesir berpatroli di sebuah kendaraan lapis baja yang didukung oleh helikopter tempur di Sheikh Zuweyid, Sinai Utara, Mesir.

Tentara Mesir berpatroli di sebuah kendaraan lapis baja yang didukung oleh helikopter tempur di Sheikh Zuweyid, Sinai Utara, Mesir.

Foto: AP

REPUBLIKA.CO.ID, KAIRO -- Empat personel keamanan ditembak mati, Ahad (21/7), dalam beberapa serangan bersenjata di Gubernuran Sinai Utara, Mesir, yang berbatasan dengan Israel. Demikian kata seorang pejabat keamanan kepada Xinhua.

"Keempat korban tersebut meliputi tiga orang yang ditembak hingga tewas oleh penembak gelap pada Ahad pagi," kata sumber itu sambil menuding penembak gelap tersebut diduga adalah anggota kelompok garis keras yang bersekutu dengan pendukung presiden terguling Mesir Muhammad Mursi.

Personel keamanan menjadi sasaran saat mereka bertugas di kantor polisi di Kota Arish di semenanjung itu. Masih pada Ahad, gerilyawan menyerang satu kantor polisi, satu klub polisi dan satu pos pemeriksaan militer di Kota Arish di Sinai Utara serta satu kamp militer di Rafah.

''Serangan tersebut juga membuat tujuh orang menderita luka parah yakni enam personel keamanan dan seorang perempuan muda,'' demikian laporan Xinhua yang dipantau Antara di Jakarta pada Senin pagi.

Selama dua pekan belakangan, lebih dari 25 orang termasuk tentara dan warga sipil, tewas dalam serangan bersenjata serupa terhadap pos pemeriksaan dan kompleks keamanan di Sinai Utara. Serangan itu dilancarkan setelah militer Mesir menggulingkan Mursi pada 3 Juli.

Pasukan keamanan menuding serangan tersebut dilancarkan oleh kelompok Islam guna menekan militer agar memulihkan jabatan Mursi.

Serangan bersenjata terhadap pos pemeriksaan dan kompleks polisi serta militer terjadi di Semenanjung Sinai akibat kurangnya keamanan setelah protes massal 2011 sehingga menggulingkan presiden Hosni Mubarak.

sumber : Antara/Xinhua-OANA
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA