Sunday, 21 Syawwal 1443 / 22 May 2022

Politisi Swedia Minta Kelahiran Muslim Dibatasi

Jumat 04 Jan 2013 16:56 WIB

Rep: Agung Sasongko/ Red: Dyah Ratna Meta Novi

Muslim Swedia berbuka puasa bersama

Muslim Swedia berbuka puasa bersama

REPUBLIKA.CO.ID,STOCKHOLM--Sekretaris Partai Sosial Demokrat di Almhult, Annika Rydh dalam blog pribadinya menyatakan Swedia perlu membatasi kelahiran di kalangan Muslim. "Saat ini, masalah tingginya angka kelahiran Muslim sudah menjadi persoalan global," katanya seperti dikutip thelocal.sw, Senin (4/1).

Menurut Rydh, jika Swedia tidak bisa mengatasi masalah ini secara lokal maka masyarakat internasional perlu bertindak dengan memiliki beberapa jenis pembatasan seperti kebijakan satu anak di Cina.

Juru bicara Partai SD, Martin Kinnunen mengatakan, komentar Rydh itu tidak mewakili garis partai resmi tentang berapa banyak anak yang perlu dibatasi. Namun, ia menolak lebih lanjut soal masalah itu. "Saya tidak mengomentari rumor," katanya.

Sebelumnya, pada tahun 2011, Rydh sempat berkomentar masalah lain dalam blog pribadinya. Saat itu, ia menuliskan soal masalah kulit hitam. Ia mengkritik pemerintah karena dianggap terlalu banyak menghabiskan uang publik untuk mereka yang mencari suaka di bawah umur tanpa orang tua atau wali.

Namun, Rydh menolak hal itu sebagai komentar rasis. Justru ia menilai itu merupakan saran kepada pemerintah untuk mencegah adanya potensi terjadi kejahatan. "Tidak ada yang mampu mempromosikan pemikiran tentang masalah yang ada. Begitu banyak yang melihat ini terlalu ofensif," kata dia.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA