Monday, 22 Syawwal 1443 / 23 May 2022

Ditemukan, Kuburan Massal di Istana Timor Leste

Kamis 28 Jun 2012 05:32 WIB

Red: Endah Hapsari

Timor Leste

Timor Leste

Foto: webgambar.blogspot.com

REPUBLIKA.CO.ID, Pekerja bangunan minggu lalu menemukan tulang belulang di halaman istana pemerintah di pinggir pantai, tempat kantor Perdana Menteri Xanana Gusmao. Mereka pun segera menghubungi polisi. 

 

Indonesia memasuki bekas koloni Portugis itu di tahun 1975, dan mengawali penggabungannya ke dalam wilayah RI selama 24 tahun,  diperkirakan 183 ribu orang tewas dibunuh atau mati kelaparan. 

Akan tetapi pejabat-pejabat mengatakan, sementara pemeriksaan awal mengisyaratkan tulang belulang itu mungkin berasal dari tahun 1975, tapi ukurannya tampaknya terlalu besar untuk orang Timor. 

Dikatakan, polisi akan menunggu pakar dari Australia, yang diperkirakan akan datang bulan Juli, sebelum melakukan pengusutan lebih lanjut. 

Professor Damien Kingsbury dari Australia mengatakan, kalau mereka bukan warga Timor, kemungkinan besar mereka warga keturunan Cina. 

"Orang-orang keturunan Cina masih berada di Timor sewaktu Indonesia masuk di tahun 1975 dan mereka merupakan salah satu sasaran utama tentara Indonesia saat itu," katanya.

Professor Kingsbury, pakar soal Timor Leste dari Deakin University, mengatakan, orang Indonesia tidak akan mengubur bangsanya sendiri dalam kuburan massal, dan lebih kecil lagi kemungkinan bahwa mereka itu orang Portugis. Timor Leste memilih untuk menjadi negara merdeka dalam referendum yang disponsori PBB di tahun 1999.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA