Friday, 8 Syawwal 1439 / 22 June 2018

Friday, 8 Syawwal 1439 / 22 June 2018

Perbankan Spanyol Diselamatkan, Harga Minyak Turun

Selasa 12 June 2012 05:30 WIB

Red: Endah Hapsari

Harga minyak dunia melonjak (ilustrasi)

Harga minyak dunia melonjak (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK---Harga minyak mengikuti euro turun pada Senin (Selasa pagi WIB), dengan kontrak WTI di New York mencapai terendah delapan bulan, setelah ledakan "bullishness" berumur pendek untuk keduanya menyusul dana talangan perbankan Spanyol.

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) atau light sweet untuk pengiriman Juli turun 1,40 dolar AS menjadi 82,70 dolar AS per barel, tingkat yang terakhir terlihat pada awal Oktober 2011.

Dalam transaksi di London, minyak mentah Brent North Sea untuk penyerahan Juli turun 1,47 dolar AS menjadi 98,00 dolar AS per barel. Dalam perdagangan di Asia sebelumnya, terinspirasi oleh kenaikan euro karena kesepakatan penyelamatan perbankan Spanyol 100 miliar euro (125 miliar dolar AS), kontrak telah melonjak ke 102,21 dolar AS.

Para analis berbalik hati-hati pada kesepakatan itu karena pengakuan terbenam dalam arti pemerintah Spanyol masih menghadapi kesulitan keuangan dan pemilu Yunani -- yang bisa memutuskan apakah negara itu tetap di zona euro -- hanya tujuh hari lagi.

Selain itu, pertemuan para menteri OPEC pada Kamis juga bisa menetapkan tingkat produksi oleh kartel yang dapat membentuk pasar ke depan -- meskipun kisaran harga saat ini telah dekat dengan apa yang pengekspor utama Arab Saudi sebut telah diterima.

"Sentimen positif menguap karena pasar AS dibuka. Persyaratan dalam bailout (dana talangan) masih tidak jelas, dan ada kekhawatiran bahwa Spanyol diatur untuk mendapatkan kesepakatan yang lebih baik dari Yunani, Irlandia dan Portugal," kata analis GFT, David Morrison.

"Permintaan pemerintah Spanyol untuk pinjaman ... harus dipandang dengan hati-hati bukan dengan secara terang-terangan," kata analis komoditas JPMorgan Chase.

Namun demikian, para analis bervariasi ketika mereka datang ke apa yang diharapkan dari pertemuan OPEC.

"Minyak berada di bawah tekanan jual lebih lanjut setelah Menteri Perminyakan Arab Saudi, (Ali) al-Naimi, dilaporkan mengatakan bahwa Kerajaan mungkin akan mengadopsi target produksi minyakyang lebih tinggi pada pertemuan OPEC, Kamis," kata Morrison.

"Dengan permintaan minyak melemah akibat pertumbuhan global melambat, dan WTI turun di atas 22 persen sejak Februari, setiap peningkatan pasokan akan menjaga pembeli spekulatif di luar pasar."

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA