Selasa, 22 Syawwal 1440 / 25 Juni 2019

Selasa, 22 Syawwal 1440 / 25 Juni 2019

Provokasi, AS Kerahkan Jet Tempur ke Timteng

Selasa 01 Mei 2012 12:24 WIB

Red: Endah Hapsari

Jet tempur F22  Raptor

Jet tempur F22 Raptor

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON---Amerika Serikat telah mengerahkan jet-jet tempur canggih F-22 ke Uni Emirat Arab (UAE) di tengah semakin dalamnya ketegangan-ketegangan antara Iran dan tetangganya yang pro-AS itu, kata para pejabat.

Para pejabat AS, yang tak disebutkan namanya, tidak bersedia mengatakan berapa banyak F-22 yang akan dikirim ke pangkalan udara Al-Dhafra di UAE.

Para perwira militer cenderung menghindari publik membahas rincian operasi di pangkalan udara Amerika Serikat itu.

Juru bicara Angkatan Udara AS mengkonfirmasi bahwa sejumlah F-22 Raptors, jet tempur yang paling canggih dalam armada AS, akan dikerahkan ke wilayah itu tanpa menyebutkan pangkalan itu atau Iran.

"Angkatan Udara Amerika Serikat telah menempatkan F-22 ke Asia barat daya. Penyebaran-penyebaran tersebut untuk memperkuat hubungan militer-ke-militer, meningkatkan kedaulatan dan dan keamanan regional, meningkatkan operasi taktis gabungan udara, dan meningkatkan interoperabilitas kekuatan, peralatan serta prosedur," kata Mayor Mary Danner-Jones.

Juru bicara Pentagon, Kapten John Kirby, mengatakan kepada wartawan bahwa langkah itu "adalah satu pengerakan yang sangat biasa" sesuai dengan penyesuaian pasukan AS di wilayah tersebut setelah penarikan pasukan Amerika dari Irak.

Sengketa-sengketa teritorial antara Iran dan UAE atas lebih dari tiga pulau di Teluk Persia telah berkobar baru-baru ini, dengan Washington menyuarakan dukungan kepada sikap Abu Dhabi.

Argumen atas pulau-pulau di teluk itu muncul dengan latar belakang ketegangan sekitar program nuklir Iran, dengan pemerintah Amerika Serikat, Eropa dan Israel khawatir bahwa Teheran sedang mengejar proyek senjata nuklir rahasia.

Ambisi atom Iran dan gudang senjata peluru kendalinya yang terus berkembang telah menimbulkan kekhawatiran di negara-negara Arab di kaweasan Teluk, yang telah merundingkan perjanjian senjata dengan Washington untuk membangun pertahanan rudal sebagai tangkisan terhadap Iran.

Pada Desember, AS mengumumkan penjualan senjata senilai 3,48 miliar dolar AS kepada UAE untuk meningkatkan kekuatan pertahanan rudal dan radar.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA