Thursday, 13 Muharram 1444 / 11 August 2022

Hillary Tuding Suriah Masih Bergejolak karena Rusia Lamban

Rabu 11 Apr 2012 14:03 WIB

Rep: Amri Amrullah/ Red: Didi Purwadi

Hillary Rodham Clinton

Hillary Rodham Clinton

Foto: AP

REPUBLIKA.CO.ID, ANNAPOLIS -- Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Hillary Rodham Clinton, menilai kelambatan Rusia mengambil keputusan untuk Suriah membuat Presiden Bashar al Assad terus bertahan dalam kekuasaannya.

"Penolakan Rusia untuk bergabung dalam aksi PBB terhadap Suriah telah membuat Assad terus berkuasa menggunakan senjata untuk mengabaikan tuntutan rakyatnya sendiri," ujar Hillary, Rabu (11/4)

Karena itu, Hillary mengatakan hal tersebut terkait penolakan Rusia mendukung tindakan penyelesaian konflik Suriah oleh Dewan Keamanan PBB. Hal tersebut menjadi solusi krisis Suriah keluar dari kekuasaan Presiden Bashar al-Assad.

Menlu Hillary Clinton bertemu menteri luar negeri negara maju G-8 (Perancis, Jerman, Italia, Jepang, Britania Raya, AS, Kanada dan Rusia) di Washington pada Rabu (11/4). "AS akan kembali mencoba membujuk Rusia, sekutu kunci Suriah, untuk segera mendukung tindakan militer dan akses kemanusiaan ke Suriah," ujar Hillary yang dilansir dari Associated Press.

Hillary memperingatkan apabila solusi Suriah tidak didapat, maka dipastikan konflik regional dan perang saudara terus meningkat. Karenannya, Hillary berkeinginan Rusia segera memutuskan dengan konsisten untuk mencegah kekerasan ini terus terjadi.

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA