Thursday, 7 Syawwal 1439 / 21 June 2018

Thursday, 7 Syawwal 1439 / 21 June 2018

Afghanistan Minta Percepat Pengalihan Keamanan dari AS-NATO

Jumat 16 March 2012 10:10 WIB

Red: Dewi Mardiani

Presiden Afghanistan, Hamid Karzai

Presiden Afghanistan, Hamid Karzai

Foto: AP

REPUBLIKA.CO.ID, KABUL -- Presiden Afghanistan, Hamid Karzai, pada Kamis (15/3) mengatakan bahwa Amerika Serikat (AS) dan pemerintah Afghanistan harus bekerja sama untuk penyerahan tanggung jawab keamanan lebih awal. Penyerahan keamanan itu dilakukan dari pasukan AS dan NATO kepada tentara dan polisi Afghanistan.

Karzai mengatakan kepada Menteri Pertahanan AS, Leon Panetta, "Kedua pihak (pemerintah Afghanistan dan AS) harus bekerja sama untuk peralihan keamanan dari pasukan internasional kepada tentara Afghanistan di tahun 2013 bukan 2014. Pemerintah Afghanistan siap untuk mengambil tanggung jawab keamanan secara keseluruhan," kata pernyataan kantor Karzai, seperti dilansir Xinhua, Jumat (16/3).

Sebelumnya, Presiden AS Barack Obama mengatakan bahwa pasukan NATO di Afghanistan akan beralih ke peran dukungan pada 2013. Artinya, peralihan itu terjadi setahun menjelang tanggal yang dijadwalkan untuk menyelesaikan penarikan pasukan dari negara yang dilanda perang itu.

Karzai juga mengatakan kepada Panetta bahwa AS harus menarik pasukannya dari desa-desa Afghanistan, di mana mereka memiliki kamp-kamp militer dan pos-pos, dan merelokasi mereka di basis mereka di seluruh negeri. Hal itu disampaikannya, setelah terjadi aksi penembakan oleh seorang tentara AS yang menewaskan 16 warga sipil Afghanistan di provinsi selatan Kandahar, tempat kelahiran dan kubu kelompok Taliban.

Tersangka, seorang staf sersan Angkatan Darat yang kata militer AS bertindak sendirian, meninggalkan markasnya di Kabupaten Panjwai Kandahar, Ahad pagi, dan membunuh 16 warga desa, termasuk tiga perempuan dan sembilan anak. Panetta berjanji untuk menindak pelaku pembunuhan itu.

Para pejuang Taliban juga mengumumkan penangguhan perundingan perdamaian awal dengan AS, kata salah seorang petinggi Taliban. Alasannya adalah Washington tidak menunjukkan sikap yang jelas dalam perundingan tersebut.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES