Sunday, 8 Rabiul Awwal 1442 / 25 October 2020

Sunday, 8 Rabiul Awwal 1442 / 25 October 2020

Sergap Kapal Qadafi, NATO Temukan Satu Ton Peledak dan Boneka Manusia

Selasa 17 May 2011 06:51 WIB

Red: Didi Purwadi

Tentara Libya melepaskan tembakan salvo untuk mengenang jenazah warga Libya yang tewas dalam serangan NATO.

Tentara Libya melepaskan tembakan salvo untuk mengenang jenazah warga Libya yang tewas dalam serangan NATO.

Foto: AP

REPUBLIKA.CO.ID,BRUSSEL - Kapal-kapal perang NATO, Senin (16/5), menggagalkan upaya pasukan Moamar Qadafi menggunakan kapal-kapal kecil yang membawa bom rakitan untuk mengancam kapal bantuan yang menuju pelabuhan Misrata. Demikian diumumkan aliansi tersebut.

Ini merupakan yang ketiga kali NATO berhadapan dengan pasukan Qadafi di kawasan lepas pantai. NATO sebelumnya menangkap pasukan Qadafi ketika meletakkan ranjau laut di pelabuhan Misrata pada 29 April. Mereka juga memukul balik serangan kapal Qadafi di pelabuhan itu pada pekan lalu.

Pada Senin pagi, NATO mengerahkan kapal-kapal perang dan helikopter setelah mendeteksi dua kapal kecil yang tampaknya datang dari sekitar Zliten dan pergi ke arah Misrata di pantai barat. Ketika pasukan aliansi mendekat, salah satu kapal kecil itu melarikan diri dengan kecepatan tinggi ke arah barat kembali ke Zliten. Mereka meninggalkan kapal yang satunya.

Tim penjinak bom menemukan sekitar satu ton peledak dan dua boneka manusia di dalam kapal yang ditinggalkan itu. Bom itu dihancurkan oleh kapal perang sekutu dengan menggunakan tembakan senjata ringan.

''Ketiga insiden laut yang melibatkan pasukan Qadafi itu mengisyaratkan perubahan dalam operasi mereka yang menunjukkan niat mereka untuk terus mencederai warga sipil atau menyerang kapal NATO,'' kata aliansi itu.

Misrata adalah kota paling penting yang dikuasai pemberontak di Libya barat. Dalam pertempuran sengit pekan lalu, pasukan oposisi membebaskan kota terbesar ketiga itu dari pengepungan dua bulan pasukan Qadafi. Sebanyak 21 kapal NATO berpatroli aktif di Laut Tengah sebagai bagian dari penegakan embargo senjata terhadap Libya. Aliansi 28 negara itu sejak 31 Maret juga memimpin serangan-serangan udara terhadap pasukan darat rejim Qadafi.

sumber : Antara/AFP
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA