Sabtu, 12 Muharram 1440 / 22 September 2018

Sabtu, 12 Muharram 1440 / 22 September 2018

Najib Merasa Kerap Jadi Sasaran Tembak

Jumat 03 Agustus 2018 14:01 WIB

Red: Budi Raharjo

Mantan Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak

Mantan Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak

Foto: The Star
Kasus Najib akan disidangkan pada 8 Agustus

REPUBLIKA.CO.ID, KLANG -- Mantan perdana menteri Malaysia Najib Razak mengatakan, ia dan istrinya Rosmah Masor 'banyak ditembak" setelah oposisi, Pakatan Harapan (PH) meraih kekuasaan lewat pemilihan umum (pemilu) 9 Mei lalu. Ia berbicara Rabu (1/8) malam, dalam kampanye by-election seorang anggota parlemen Barisan Nasional di Sungai Kandis.

"Mereka bisa saja merusak citra saya, namun itu hanyalah politik kotor. Mereka belum memiliki bukti namun mereka sudah menuntut begitu banyak orang," ujar Najib yang menurut Free Malaysia Today, ia terlihat ceria dan penuh humor.

"Mereka mendatangi rumah saya, mengambil hadiah pernikahan dan tas-tas milik putri dan suaminya yang orang Kazakhstan," kata Najib. "Orang Kazakhstan memang suka berbelanja."

Najib menilai, ada keanehan karena semua miliknya diperiksa karena diduga terkait 1Malaysia Development Berhad (1MDB). Pemeriksaan bahkan tak hanya barang miliknya yang berharga, namun juga hadiah bahkan sepatu cucunya.

"Zahid rupanya beruntung karena rumahnya tidak ikut digeledah. Padahal saya yakin dia juga menerima banyak hadiah," kata Najib bercanda, mengacu pada Presiden UMNO Zahid Hamidi, yang juga hadir saat itu. UMNO merupakan partai pendiri koalisi Barisan Nasional yang mengusung Najib dalam pemilu Malaysia lalu.

"Mereka menyita hadiah yang jelas diberi label bahwa itu hadiah dari para pemimpin dunia. Mengapa mereka tidak memeriksa berapa banyak hadiah yang diterima Dr Mahathir saat ia berkuasa 22 tahun?" kata Najib disambut tepuk tangan dan seruan dari sekitar 300 orang yang hadir.

Dalam kampanye itu Najib tak segan mengolok-olok pemerintahan Malaysia saat ini yang dipimpin Dr Mahathir Mohamad, termasuk kegagalan mereka memenuhi janji pemilu. Ia mengatakan, kebijakan Mahathir menghapuskan pajak barang dan jasa malah membuat segala sesuatu mulai dari roti canai hingga teh tarik jadi lebih mahal. "Barang apa saja, kecuali tomat," candanya.

Dalam kampanye ini, Najib mendukung calon UMNO yaitu Lokman Noor Adam. Lokman akan berhadapan dengan calon dari PH yaitu Mohd Zawawi Ahmad Mughni, seorang guru agama, serta calon independen, K Murthy.

Hakim baru

Sementara itu proses hukum 1 MDB terus bergulir. Hakim baru di Pengadilan Tinggi Malaysia, Mohd Nazlan Mohd Gazali, akan memimpin sidang korupsi yang melibatkan mantan perdana menteri Najib Razak. Dilaporkan laman the Straits Times, Kamis (2/8), nama Najib tedaftar di bawah Pengadilan Tinggi 3 yang merupakan pengadilan dengan hakim Mohd Nazlan.

Manajamen kasus Najib akan disidangkan pada 8 Agustus. Hakim Mohd Nazlan baru saja dipindahkan ke pengadilan dari divisi perdata. Ia memiliki gelar Bachelor of Arts bidang yuris prudensi dan Master of Arts dari University of Oxford. Kasus Najib sebelumnya ditangani oleh hakim Mohd Sofian Abd Razak, yaitu adik dari seorang pemimpin UMNO yang tak lain partai yang mengusung Najib.

Kasus korupsi 1MDB diyakini telah merugikan Malaysia miliaran dolar AS. Sejak mencuat pada 2015, kasus itu telah menyeret nama Najib. Namun Najib selalu membantah bahwa dirinya terlibat dalam kasus 1MDB. ¦ Kamran Dikarna ed: yeyen rostiyani

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES