Sabtu, 8 Rabiul Akhir 1440 / 15 Desember 2018

Sabtu, 8 Rabiul Akhir 1440 / 15 Desember 2018

Pompeo Desak Sekutu AS Beri Tekanan Ekonomi ke Iran

Jumat 13 Jul 2018 06:45 WIB

Rep: Marniati/ Red: Bilal Ramadhan

Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo

Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo

Foto: Time
Perusahaan-perusahaan Eropa enggan mengambil risiko atas sanksi keuangan AS

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo pada Kamis (12/7) meminta sekutu Amerika untuk memberi tekanan ekonomi terhadap Iran. Ia menuduh Teheran terus menjual senjata di Timur Tengah meskipun telah ada resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa.

"Kami harus memotong semua dana yang digunakan rezim untuk mendanai terorisme dan perang proksi," kata Pompeo di akun Twitter resminya.

Pernyataan itu ia sampaikan menjelang pertemuan dengan pejabat Uni Eropa Federica Mogherini di Brussels. Pada Mei, AS menarik diri dari kesepakatan multinasional yang mencabut banyak sanksi terhadap Iran sebagai balasan atas pembatasan program nuklirnya.

Washington sejak itu mengatakan negara-negara harus menghentikan semua impor minyak Iran mulai 4 November atau menghadapi sanksi keuangan AS, tanpa pengecualian. Sejak keputusan Trump untuk menarik diri dari perjanjian tersebut, negara-negara Eropa telah berupaya untuk memastikan Iran mendapat cukup manfaat ekonomi.

Ini dilakukan untuk mempertahankan pembatasan nuklir yang diperlukan dalam kesepakatan itu. Namun sejauh ini langkah negara Eropa untuk mengimbangi dampak sanksi AS cukup sulit.

Perusahaan-perusahaan Eropa enggan mengambil risiko atas sanksi keuangan AS karena melakukan bisnis di Iran. Pompeo, yang telah menghadiri pertemuan puncak NATO di Brussels terbang dari Abu Dhabi, di mana dia membahas Iran dengan para pemimpin Uni Emirat Arab.

Sebelumnya pada Kamis, Trump sempat mengomentari soal meningkatnya ketegangan AS dengan Iran. "Saya akan mengatakan mungkin ada eskalasi antara kami dan orang-orang Iran. Namun, Iran sekarang memperlakukan kita dengan lebih hormat sekarang, daripada yang mereka lakukan di masa lalu," kata Trump.

Trump yakin pejabat Iran akan segera menghubunginya untuk membuat kesepakatan. Ini karena kondisi ekonomi Iran yang semakin memburuk. Pejabat senior Departemen Luar Negeri juga telah menyelesaikan pembicaraan  tentang Iran di Arab Saudi.

"Kami membahas cara-cara baru untuk menghilangkan rezim pendapatan," kata seorang pejabat Departemen Luar Negeri kepada wartawan yang bepergian dengan pesawat Pompeo.

Dalam tweet lain, Pompeo mengatakan bersama dengan sekutu dari Inggris, Prancis, Jerman, Arab Saudi dan Yordania, AS menegaskan kembali dukungan untuk proses politik Suriah. Tujuan AS ingin menghilangkan pengaruh Iran di Suriah, mengalahkan ISIS dan menghalangi penggunaan senjata kimia.

Pompeo mengatakan Iran terus mengirim senjata ke seluruh Timur Tengah. Ini secara mencolok melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB. "Rezim Iran ingin memulai masalah di mana pun itu bisa. Ini tanggung jawab kami untuk menghentikannya," katanya.

Sumber : Reuters
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES