Thursday, 26 Jumadil Akhir 1441 / 20 February 2020

Thursday, 26 Jumadil Akhir 1441 / 20 February 2020

Terparah dalam 50 Tahun, Gelombang Pasang Banjiri Venesia

Kamis 14 Nov 2019 09:02 WIB

Red: Budi Raharjo

Turis menggeret kopernya di St Mark Square, Venesia, Rabu (13/11). Banjir setinggi 187 cm melanda sebagian besar Venesia.

Turis menggeret kopernya di St Mark Square, Venesia, Rabu (13/11). Banjir setinggi 187 cm melanda sebagian besar Venesia.

Foto: AP
Lebih dari 85 persen wilayah Venesia terendam banjir dengan ketinggian 1,87 meter.

REPUBLIKA.CO.ID,

Oleh Kamran Dikarma

Seorang pria berdiri di depan Lapangan Santo Markus di Kota Venesia, Italia, Selasa (12/11) malam. Kota tersebut dilanda gelombang pasang tertinggi dalam 50 tahun terakhir. Merespons situasi tersebut, Wali Kota Venesia Luigi Brugnaro siap menyatakan keadaan darurat.

Lebih dari 85 persen wilayah Venesia terendam banjir dengan ketinggian air sekitar 1,87 meter pada Selasa (12/11) malam waktu setempat. Banjir melanda di tengah hujan lebat yang mengguyur kota perairan tersebut.

Aktivitas perahu tradisional Venesia atau gondola yang biasa mengangkut turis berkeliling terganggu akibat banjir. Di sepanjang Grand Canal, para pendayung gondola harus membantu penumpang memanjat bangunan melalui jendela karena kanal-kanal kecil di sana terbenam.

Di Gritti Palace, tempat yang biasa dikunjungi bangsawan dan selebritas tersohor dunia selama puluhan tahun, tergenang air. Karpet-karpet mewah ditimpuk di atas meja, sementara sofa-sofa beledu dan buku-buku bersampul kulit terendam.

Penjaga pantai telah mengerahkan kapal ekstra yang difungsikan sebagai ambulans air. La Stampa melaporkan, dua orang meninggal akibat banjir di sana. Salah seorang korban tewas karena tersengat listrik akibat hubungan arus pendek.

Dilaporkan the Guardian, Luigi Brugnaro menyalahkan krisis iklim sebagai penyebab terjadinya banjir di Venesia. Dia telah mengumumkan bahwa dirinya siap menyatakan keadaan darurat.

Brugnaro telah meminta Pemerintah Italia untuk segera membantu kota yang dipimpinnya. Dia pun berjanji proyek Mose yang telah lama tertunda dan dirancang untuk mencegah banjir akan dituntaskan. Mose adalah proyek pembangunan penghalang di bawah laut yang dapat dipindah-pindah untuk mengatur genangan air di Venesia. Namun, para ahli lingkungan menilai proyek tersebut merusak ekosistem laguna.

Pada November 2018 Venesia sempat dilanda gelombang pasang tinggi. Hal tersebut menyebabkan kerusakan pada Basilika Santo Markus. Kerugian akibat bencana itu diperkirakan mencapai 2,2 juta euro.

Genangan air tertinggi yang pernah melanda Venesia tercatat pada 1966. Kala itu tinggi air mencapai 1,98 meter. n ap ed: yeyen rostiyani

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA