Kamis, 18 Ramadhan 1440 / 23 Mei 2019

Kamis, 18 Ramadhan 1440 / 23 Mei 2019

Earth Hour, Menara Eiffel Gelap Gulita

Ahad 31 Mar 2019 17:05 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Ani Nursalikah

Menara Eiffel di Paris, Prancis gelap gulita menandai Earth Hour, Sabtu (30/3).

Menara Eiffel di Paris, Prancis gelap gulita menandai Earth Hour, Sabtu (30/3).

Foto: Reuters
Earth Hour diperingati di seluruh dunia dengan mematikan lampu selama satu jam.

REPUBLIKA.CO.ID, PARIS -- Menara Eiffel di Paris, Prancis gelap gulita pada Sabtu (30/3) malam waktu setempat. Pemerintah kota mematikan objek wisata paling terkenal di dunia itu untuk memperingati Earth Hour tahun ini selama satu jam.

Baca Juga

Menjelang pemadaman listrik Menara Eiffel, Wali kota Paris Anne Hidalgo dan menteri lingkungan hidup Bruno Poison muncul di kaki menara berusia 130 tahun itu. Mereka mengadakan diskusi publik menyoal pemanasan global hingga penurunan keanekaragaman hayati.

Acara global yang diselenggarakan oleh kelompok lingkungan hidup atau World Wide Fund for Nature (WWF) mendorong aksi perubahan iklim dan ancaman buatan manusia terhadap planet ini. Gerakan Earth Hour ini menyerukan kesadaran yang lebih besar dan penggunaan sumber daya yang lebih hemat, terutama bahan bakar fosil yang menghasilkan gas karbon dan menyebabkan pemanasan global. Seluruh listrik di hampir 200 tempat terkenal di seluruh dunia dipadamkan pada pukul 20.30 waktu setempat selama satu jam untuk edisi tahunan ke-13 Earth Hour.

Di antara tempat terkenal itu adalah  Gedung Empire State New York, patung Christ The Redeemer di Brasil, dan Sydney Opera House. Di Hong Kong, dilansir The Guardian, bangunan-bangunan utama di sepanjang Victoria Harbour meredupkan lampu yang tidak penting.

Daya tarik wisata populer kota yang dikenal sebagai Symphony of Lights pun dibatalkan. Lebih dari 3.000 perusahaan di Hong Kong mendaftar untuk Earth Hour 2019. Bahkan, pencakar langit termasuk Menara Bank Cina dan Gedung HSBC di Central, kawasan bisnis utama kota, mematikan lampu mereka sebagai respons terhadap pergerakan global.

Di Taipei, ibu kota Taiwan, bangunan tertinggi di pulau itu, Taipei 101, bergabung dengan bangunan di sekitarnya untuk mematikan lampu sebagai bagian dari acara Earth Hour. Di Polandia yang bergantung pada batu bara, lokasi wisata terkenal negara itu juga mematikan lampu ketika pukul 20.30. Di ibu kota Warsawa, Istana Budaya dan Ilmu Pengetahuan yang dimatikan mematikan lampu malamnya, bersama dengan beberapa gereja dan tembok Kota Tua.

Lampu juga dimatikan di beberapa landmark di ibu kota Yunani. Acropolis, Balai Kota Athena dan Bukit Lycabettus, yang menjulang tinggi di atas pusat Athena, menjadi gelap dan gedung parlemen bergabung meredupkan lampunya. Seruan wali kota Athena agar warga bergabung dengan mematikan lampu di rumah, sebagian besar diacuhkan.

Earth Hour tahunan berkembang dengan stabil sejak acara pertamanya pada 2007. Kini, Earth Hour ditandai di lebih dari 180 negara dan wilayah. Beberapa orang di seluruh dunia juga turut melakukan gerakan ini meski hanya mematikan lampu rumah mereka masing-masing.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA