Monday, 20 Zulhijjah 1441 / 10 August 2020

Monday, 20 Zulhijjah 1441 / 10 August 2020

Macron Dinilai tak Punya Perasaan

Senin 17 Sep 2018 06:24 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Teguh Firmansyah

Presiden Prancis Emmanuel Macron.

Presiden Prancis Emmanuel Macron.

Foto: AP Photo/Thibault Camus
Macron dinilai tak melihat kondisi realitas di Prancis.

REPUBLIKA.CO.ID, PARIS -- Presiden Prancis Emmanuel Macron dinilai tidak memiliki perasaan dan tidak mampu berempati kepada anak-anak muda Prancis yang kesulitan mendapatkan pekerjaan.

Salah seorang pengacara di Perancis Ian Brossat mengatakan, Macron membuat para pencari kerja merasa bersalah karena tidak memiliki pekerjaan. Macron juga dikritik oleh para netizen Prancis.

"Benar-benar terputus dengan realitas di Prancis," kata salah satu pengguna Twitter, seperti dilansir dari Deutsche Welle, Ahad (17/9).

Kritik ini muncul ketika ia bertemu dengan seorang pencari kerja muda saat gelar griya di Istana Elysee. Pemuda tersebut berkeluh kesah tentang sulitnya mencari pekerjaan saat ini di Prancis.

"Saya berusia 25 tahun, saya mengirim surat lamaran dan cover latters, mereka tidak membawa saya kemana-mana," kata pemuda tersebut dalam acara Hari Peninggalan Budaya Perancis.

Tanpa memberi sedikit simpati Macron mengatakan, ia dapat dengan mudah mendapat pekerjaan. Ia bahkan menuduh pemuda tersebut kurang motivasi.

"Jika kamu berniat dan memiliki motivasi, di hotel, kedai kopi dan restoran, konstruksi, tidak ada satu pun tempat yang saya kunjungi tidak mengatakan mereka tidak sedang mencari pekerja," kata Macron.

Macron menyarankan pada pemuda tersebut pergi ke distrik Montparnasse di Paris. Sebuah area yang memiliki banyak kedai kopi dan restoran. Macron pastikan pemuda tersebut segera dapat pekerjaan.  "Jika saya melewati jalan itu saya akan temukan satu buat Anda," tambah Macron. 

Video pertemuan Macron dengan pertemuan tersebut tersebar di media sosial. Para netizen Perancis pun menjuluki Macron sebagai presidennya orang kaya.

"Bagaimana seseorang bisa menunjukan rasa jijik, kurangnya empati dan ketidakpedulian dalam waktu hanya 30 detik," tulis salah satu netizen Perancis mengomentari video tersebut.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA