Rabu, 13 Rabiul Awwal 1440 / 21 November 2018

Rabu, 13 Rabiul Awwal 1440 / 21 November 2018

Rusia Siapkan Pembalasan Sanksi AS

Jumat 10 Agu 2018 06:20 WIB

Red: Ani Nursalikah

Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden AS Donald Trump di KTT APEC di Hanoi, Vietnam, (11/11).

Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden AS Donald Trump di KTT APEC di Hanoi, Vietnam, (11/11).

Foto: EPA
Kremlin mengatakan sanksi AS merupakan tindakan ilegal.

REPUBLIKA.CO.ID, MOSKOW -- Rusia mengatakan mulai mengerjakan kemungkinan langkah-langkah pembalasan atas serangkaian sanksi baru yang dijatuhkan Amerika Serikat, Kamis (9/8). Departemen Luar Negeri AS pada Rabu mengatakan akan mengeluarkan sejumlah sanksi baru pada akhir bulan setelah merasa yakin Moskow telah menggunakan racun saraf untuk menyerang seorang mantan agen ganda Rusia, Sergei Skripal dan putrinya, Yulia di Inggris.

Moskow membantah tudingan tersebut. Kremlin mengatakan sanksi yang akan diterapkan AS merupakan tindakan ilegal dan tidak bersahabat.

Pemerintah Rusia juga mengatakan langkah itu juga bertentangan dengan suasana membangun yang diciptakan Presiden AS Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin dalam pertemuan mereka di Helsinki. "Moskow akan mulai mengerjakan langkah-langkah pembalasan dengan semangat yang sama seperti yang ditunjukkan sanksi-sanksi AS," kata Kementerian Luar Negeri Rusia.

Sanksi-sanksi baru AS akan diterapkan dalam dua gelombang. Gelombang pertama mengincar ekspor barang-barang AS yang berkaitan dengan keamanan nasional yang sensitif.

Gelombang kedua akan diterapkan secara selektif setelah 90 hari jika Rusia tidak dapat memberikan jaminan yang bisa dipercaya Moskow tidak akan lagi menggunakan senjata kimia dan menghadang penyelidikan di lapangan. Menurut aturan hukum, sanksi-sanksi tersebut bisa mencakup penangguhan kemampuan maskapai nasional Rusia untuk terbang ke Amerika Serikat serta memangkas hampir semua ekspor dan impor.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Maria Zakharova mengatakan Moskow belum menerima permintaan resmi dari AS untuk membuka lokasi, yang pernah dikaitkan dengan senjata kimia, bagi pemeriksaan.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Festival Panen Kopi Gayo

Rabu , 21 Nov 2018, 20:55 WIB