Saturday, 10 Rabiul Akhir 1441 / 07 December 2019

Saturday, 10 Rabiul Akhir 1441 / 07 December 2019

Italia Izinkan Migran Mendarat di Wilayahnya

Senin 16 Jul 2018 09:03 WIB

Rep: Marniati/ Red: Friska Yolanda

Seorang perempuan ditandu dari kapal penjaga pantai Italia di Pelabuhan Pozzallo, Italia Selatan, Ahad (15/7). Italia menjadi salah satu negara yang mulai mengizinkan migran turun di wilayahnya.

Seorang perempuan ditandu dari kapal penjaga pantai Italia di Pelabuhan Pozzallo, Italia Selatan, Ahad (15/7). Italia menjadi salah satu negara yang mulai mengizinkan migran turun di wilayahnya.

Foto: Francesco Ruta/ANSA via AP
Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte juga meminta negara lainnya menampung migran.

REPUBLIKA.CO.ID, ROMA -- Italia mulai mengizinkan migran untuk turun di wilayahnya. Menteri Dalam Negeri Italia Matteo Salvini mengatakan beberapa migran yang berasal dari dua kapal dapat turun di Sisilia. Kapal itu menampung 450 pencari suaka. 

"Saya memantau situasi dua kapal yang berlayar di perairan Italia ada 16 ibu dan 11 anak-anak yang akan turun dalam beberapa menit ke depan," kata Salvini di saluran TV Rainews 24. Ini adalah tambahan delapan migran lainnya yang mendarat di pulau Lampedusa, Italia, pada Sabtu.

Komentar Salvini datang setelah Jerman, Perancis, dan Malta berjanji untuk menampung  150 migran dari dua kapal. Negara-negara itu menanggapi permintaan bantuan dari Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte.

Salvini, yang juga kepala Liga sayap kanan dan anggota terkemuka pemerintahan baru Italia, memimpin kampanye untuk melarang kapal penyelamat kemanusiaan memasuki pelabuhan Italia. Dia juga berpendapat bahwa negara-negara Eropa harus menemukan cara untuk memblokir para migran sebelum mereka meninggalkan Afrika. Ia berpendapat negara-negara Eropa dapat mengirim perahu  pencari suaka kembali ke pelabuhan di mana mereka berasal, termasuk ke pelabuhan Libya.

Di bawah hukum internasional, pengungsi tidak dapat dikembalikan ke tempat yang membahayakan kehidupan mereka. Baik PBB dan UE telah memutuskan bahwa Libya tidak aman.

Salvini tidak mengatakan kapan sisa migran dapat diizinkan mendarat di Italia. Berlin, Paris, Valletta, Madrid dan Lisbon berjanji akan mengambil masing-masing 50 migran.

Negara-negara Uni Eropa lainnya dapat bergabung setelah Conte mengirim surat kepada kepala negara dan kepala pemerintah dari 27 anggota Uni Eropa lainnya. Ia meminta mereka untuk berbagi tanggung jawab bagi para migran, yang telah berlayar dari Libya.

"Spanyol akan mengambil 50 orang yang diselamatkan kemarin di Mediterania. Ini menunjukkan komitmen kami untuk menawarkan solusi bagi arus migrasi dan solidaritas dengan drama kemanusiaan," kata Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez.

Malta telah menolak tekanan dari Roma pada  Jumat untuk menyelamatkan migran. Tetapi Malta mengatakan pada Sabtu bahwa mereka siap untuk menampung 50 pencari suaka. "Perancis akan mengambil 50 lagi," kata Conte dalam pesan yang diposting di Facebook miliknya.

Namun, Republik Ceko menolak permintaan itu. Perdana Menteri Ceko Andrej Babis di akun twitternya mengatakan negara itu tidak akan menerima satupun dari 450 pencari suaka.

Babis menegaskan kembali pendiriannya bahwa kapal harus dihentikan dan dikembalikan. Para migran harus dibantu di negara mereka dan bukannya diizinkan masuk ke Uni Eropa.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA