Rabu, 6 Rabiul Awwal 1440 / 14 November 2018

Rabu, 6 Rabiul Awwal 1440 / 14 November 2018

Jerman Pelajari Pendekatan Lunak BNPT Tangani Teroris

Kamis 12 Jul 2018 04:55 WIB

Red: Reiny Dwinanda

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Suhardi Alius (tengah) dan pendiri Pesantren Al Hidayah yang merupakan mantan terpidana kasus terorisme Khairul Ghazali (kiri), mendampingi Wakil Presiden Bundeskriminalamt (BKA) Jerman Michael Kretschmer (kanan), menyalami santri yang merupakan anak mantan teroris saat melakukan kunjungan, di Deli Serdang, Sumatera Utara, Rabu (11/7).

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Suhardi Alius (tengah) dan pendiri Pesantren Al Hidayah yang merupakan mantan terpidana kasus terorisme Khairul Ghazali (kiri), mendampingi Wakil Presiden Bundeskriminalamt (BKA) Jerman Michael Kretschmer (kanan), menyalami santri yang merupakan anak mantan teroris saat melakukan kunjungan, di Deli Serdang, Sumatera Utara, Rabu (11/7).

Foto: Antara/Irsan Mulyadi
BNPT ajak Jerman tinjau ponpes yang diasuh mantan teroris.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Presiden Bundeskriminalamt (BKA) atau Badan Antiteror Jerman Michael Kretschmer berkunjung ke Indonesia untuk mempelajari pendekatan lunak yang ditempuh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dalam menangani teroris. Ditemani Kepala BNPT Komjen Pol Suhardi Alius, Rabu, Kretschmer mengunjungi Pondok Pesantren Al Hidayah, Sei Mencirim, Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut), yang diasuh mantan teroris Khairul Ghazali.

"Kami datang untuk studi banding sekaligus belajar cara mencegah seseorang agar tidak menjadi teroris dan membuat orang yang sudah pernah menjadi teroris agar tidak kembali," ujar Kretschmer dikutip dari siaran pers.

Menurut dia, Jerman memiliki pengalaman dalam menangani terorisme, terutama ekstrem kanan dan kiri, tapi masih awam dalam penanganan terorisme dengan pendekatan lunak.

photo

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Suhardi Alius (kanan), didampingi pendiri Pesantren Al Hidayah yang merupakan mantan terpidana kasus terorisme, Khairul Ghazali (kiri), berbincang dengan Wakil Presiden Bundeskriminalamt (BKA) Jerman Michael Kretschmer yang melakukan kunjungan, di Deli Serdang, Sumatera Utara, Rabu (11/7).

Selain berkeliling meninjau Ponpes Al Hidayah dan segala fasilitasnya, delegasi BKA juga melakukan pertemuan dan berdiskusi dengan Kepala BNPT dan pengelola Ponpes Al Hidayah.

Ia mengaku terkesan dengan keberadaan Ponpes Al Hidayah yang dihuni anak-anak mantan teroris. Menurut dia, pesantren itu merupakan jawaban dan contoh nyata dalam pencegahan terorisme dengan cara-cara yang pintar.

"Tempat ini memberikan masa depan lebih baik buat anak eks teroris agar mereka tidak melakukan kejahatan yang sama seperti yang dilakukan orang tuanya. Masa depan anak ini adalah masa depan seluruh masyarakat agar terbebas dari terorisme," katanya.

Sepekan sebelum kedatangan delegasi Jerman, Menteri Luar Negeri Belanda Stephanus Abraham Blok berkunjung ke TPA Baitul Muttaqin, dan Yayasan Lingkar Perdamaian di Tenggulun, Lamongan, Jawa Timur.

Di tempat ini BNPT merangkul 37 mantan teroris yang telah "sembuh" dipimpin Ali Fauzi, adik bomber Bom Bali 1 Amrozi, untuk mengelola pesantren bagi keluarga dan anak mantan teroris.

"Dua tempat ini sekarang telah menjadi ikon dunia dalam penanganan terorisme. Buktinya hari ini Wapres BKA datang langsung belajar dan saling menggali pengalaman. Minggu lalu, Menlu Belanda juga ke Lamongan, dan akhir bulan ini, Badan Antiteror Jepang juga akan berkunjung ke Lamongan," kata Kepala BNPT.

Menurut dia, di dua tempat itulah BNPT mencari titik balik supaya para mantan teroris dan keluarganya bisa diterima kembali di masyarakat, sekaligus memberikan kesempatan kedua untuk menjadi manusia yang berguna bagi nusa dan bangsa.

BNPT berencana membangun pesantren serupa di Karanganyar, Jawa Tengah, yang juga akan dikelola mantan teroris dan keluarganya. Ia berharap pendekatan lunak ini menjadi contoh baik dalam bersinergi dengan dunia internasional dalam penanganan terorisme.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Semangat Adul Menuntut Ilmu (2)

Selasa , 13 Nov 2018, 23:56 WIB