Friday, 7 Zulqaidah 1439 / 20 July 2018

Friday, 7 Zulqaidah 1439 / 20 July 2018

Satelit Radar Baltik Deteksi Bunker Senjata Nuklir Rusia

Selasa 19 June 2018 01:10 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Nidia Zuraya

Salah satu pemandangan indah di kota tua Kaliningrad di Rusia

Salah satu pemandangan indah di kota tua Kaliningrad di Rusia

Foto: telegraf
Fasilitas bunker tempat penyimpanan senjata nuklir milik Rusia berada di Kalinigrad

REPUBLIKA.CO.ID, KALININGRAD -- Satelit radar yang ditempatkan di pos terdepan Kepulauan Baltik berhasil memotret lokasi terbaru persenjataan nuklir milik Pemerintah Rusia. Dalam laporan terbaru yang dilansir laman The Guardian, Rusia tengah meningkatkan pengelolaan terhadap bunker penyimpanan senjata nuklir di wilayah Kaliningrad, wilayah tengah Rusia.

Federasi Ilmuwan Amerika (FAS) mempublikasikan foto satelit yang menunjukkan fasilitas penyimpanan nuklir Rusia berada di perairan Baltik di antara Polandia dan Lituania. Saat ini proses pembangunan fasilitas persenjataan nuklir tersebut dalam tahap diperdalam untuk diperbaiki dan ditutup dengan atap beton terbaru dalam beberapa bulan terakhir.

Direktur Proyek informasi Nuklir FAS Hans Kristensen mengatakan, hal tersebut dibuktikan oleh sidik jari dari situs penyimpanan senjata nuklir Rusia. "Ada perimeter eksternal yang berat dari pagar berlapis-lapis. Bunker sendiri memiliki pagar lapis tiga di sekitarnya. Ini adalah fitur khas dari semua situs penyimpanan senjata nuklir lainnya yang kita ketahui di Rusia," ujar Hans dilansir dari laman The Guardian, Selasa (19/6).

Fasilitas bunker tempat penyimpanan senjata nuklir milik Rusia dibangun pada 2016 dan atap terbaru mulai dipasang pada awal musim panas lalu. Situs tersebut, kata Hans, merupakan situs yang selalu dipantau dalam beberapa waktu belakangan dan belum ada peningkatan sedramatis seperti sekarang ini.

"Ini adalah pertama kalinya kami melihat salah satu bunker nuklir digali dengan dalam dan direnovasi," ujar Hans.

Foto-foto satelit, kata dia, belum membuktikan terdapat senjata nuklir di Kaliningrad. Namun situs tersebut menunjukkan bahwa di tempat tersebut aktif terdapat senjata nuklir.

Tidak jelas, apakah militer Rusia telah memiliki hulu ledak nuklir di lokasi, atau mereka akan membawa masuk, atau apakah fasilitas itu sedang ditingkatkan sehingga senjata nuklir dapat dipindahkan dalam waktu singkat.

Hans menceritakan, Kaliningrad, dulunya merupakan pos Prusia Timur dari Knigsberg. Saat ini Kaliningrad menjadi salah kota yang menggelar pertandingan Piala Dunia.

Tempat itu juga muncul sebagai tempat kritis di timur Eropa dalam upaya Vladimir Putin untuk mendorong kembali secara tegas terhadap ekspansi NATO. Kaliningrad juga berfungsi sebagai pangkalan untuk armada Baltik Rusia.

Militer Rusia mengumumkan pada bulan Januari tahun ini bahwa infrastruktur yang diperlukan telah dibangun untuk mengakomodasi keberadaan permanen rudal-rudal Iskander-M. Rudal itu mampu membawa hulu ledak konvensional dan nuklir sejauh 500 kilometer. "Rudal-rudal itu akan siap tempur awal tahun ini," katanya.

Tidak seperti NATO, militer Rusia, terutama angkatan lautnya, telah membuat banyak sistem senjata nuklir taktis, termasuk kapal antirudal, rudal serangan darat jarak pendek, dan bahkan pertahanan udara.

Ketika ketegangan dengan barat meningkat di Ukraina dan Suriah, Vladimir Putin lebih menekankan pada persenjataan nuklir Rusia. Pada Maret tahun ini, Putin meluncurkan serangkaian desain senjata nuklir baru yang diklaimnya dapat mengatasi pertahanan barat.

Hans mengatakan, tidak jelas hulu ledaknya seperti apa, bunker yang direnovasi di Kaliningrad dimaksudkan untuk penyimpanan, tetapi itu lebih dekat ke pangkalan angkatan laut yang menjadi basis rudal Rusia.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA