Kamis, 16 Jumadil Akhir 1440 / 21 Februari 2019

Kamis, 16 Jumadil Akhir 1440 / 21 Februari 2019

Inggris: Ancaman Teror Masih Tinggi Hingga 2 Tahun Mendatang

Senin 04 Jun 2018 04:04 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Ratna Puspita

Perdana Menteri Inggris Theresa May (tengah), Wali Kota London Sadiq Khan (kiri), dan Sekretaris Kantor Dalam Negeri Sajid Javid (kanan) menghening cipta satu menit di London Bridge, Ahad (3/6).

Perdana Menteri Inggris Theresa May (tengah), Wali Kota London Sadiq Khan (kiri), dan Sekretaris Kantor Dalam Negeri Sajid Javid (kanan) menghening cipta satu menit di London Bridge, Ahad (3/6).

Foto: EPA-EFE/FACUNDO ARRIZABALAGA
Inggris berencana merevisi strategi kontra-terorisme.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Kementerian Dalam Negeri Inggris memprediksikan ancaman terorisme masih akan tinggi hingga dua tahun mendatang. Bahkan, Pemerintah Inggris berpendapat ancaman yang datang dari kelompok militan tersebut bisa meningkat pada masa mendatang. 

"Ringkasnya, kami memprediksi ancaman dari terorisme dari kelompok militan Islam tetap pada tingkatnya saat ini, pada level tinggi hingga dua tahun mendatang, dan bahkan bisa meningkat,” kata Kemendagri Inggris dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Reuters, Senin (4/6). 

Pemerintah Inggris mengeluarkan pernyataan itu terkait peringatan satu tahun serangan yang menewasakan delapan orang di pusat kota London, Ahad (3/6). Pemerintah Inggris menilai ancaman teror sekarang ini sangat intens, yang berarti ada potensi terjadi serangan. 

Sejak Juni 203, Inggris telah menggagalkan 25 rencana teroris, dengan 12 di antaranya dilakukan setahun terakhir. Tingkat ancaman teroris naik pada level tertinggi menjadi "kritis” sebanyak dua kali pada 2017. 

photo

Menteri Dalam Negeri Inggris Sajid Javid (EPA-EFE/ANDY RAIN)

Inggris juga melakukan 500 operasi langsung penumpasan teroris sejak kurun tersebut. Inggris masih akan terus melakukan upaya pemberantasan teroris dan berencana mempublikasikan strategi kontra-terorisme yang telah direvisi pada Senin (4/6) hari ni waktu setempat. 

Rencana itu dirancang untuk mengatasi pergeseran dalam ancaman yang dihadapi negara saat para militan dari semua ideologi mengadopsi taktik baru. Sebuah tinjauan menemukan kebijakan antiterorisme yang telah berjalan sekarang sebenarnya sudah terorganisasi dengan baik dan komprehensif. Namun, ada saran untuk meningkatkan upaya kontraterorisme tersebut. 

“Ancaman dari terorisme terus berkembang. Secara global, kelompok-kelompok teroris dan jaringan dari semua ideologi terus berkembang, memanfaatkan media sosial, teknologi dan sains untukmemajukan tujuan dan ambisi mereka,” kata kementerian itu.

Strategi yang direvisi akan mencoba mengembangkan kemampuan analisis data polisi dan badan keamanan. Langkah itu akan meningkatkan koordinasi badan-badan intelijen dan polisi, terutama terkait dengan tersangka tertentu.

Strategi ini juga akan melihat lebih detail pada kegiatan kelompok-kelompok sayap kanan. “Pemerintah benar-benar berkomitmen untuk melakukan segala kemungkinan untuk mengatasi ancaman teroris," kata Menteri Dalam Negeri Inggris Sajid Javid. 

 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA