Sunday, 9 Zulqaidah 1439 / 22 July 2018

Sunday, 9 Zulqaidah 1439 / 22 July 2018

Rusia akan Usir 23 Diplomat Inggris

Sabtu 17 March 2018 17:32 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Teguh Firmansyah

Sergei Lavrov

Sergei Lavrov

Foto: Reuters/Maxim Zmeyev
Dua puluh tiga diplomat Inggris harus meninggalkan Rusia dalam waktu sepekan.

REPUBLIKA.CO.ID, MOSKOW -- Pemerintah Rusia, pada Sabtu (17/3), mengumumkan akan mengusir 23 diplomat Inggris dari negara tersebut. Ini merupakan balasan Moskow terhadap London yang baru-baru ini memutuskan mengusir 23 diplomat Rusia.

Seperti dilaporkan laman the Independent, Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan 23 diplomat Inggris harus meninggalkan Rusia dalam waktu sepekan. Sesaat sebelum pengumuman tersebut dirilis, Kementerian Luar Negeri Rusia telah memanggil Duta Besar Inggris untuk Rusia Laurie Bristow.

Ini merupakan babak baru ketegangan diplomatik antara Rusia dan Inggris setelahaksi penyerangan Sergei Skripal dengan menggunakan agen saraf Novichok diSalisbury, Inggris, pada 4 Maret lalu.

 

Baca juga, Rusia akan Balas Usir Diplomat Inggris. 

 

Skripal merupakan warga Inggris yang pernah menjadi agen mata-mata Rusia. Pemerintah Inggris telah menyimpulkan bahwa Rusia berada di balik aksi penyerangan tersebut.

Hal ini karena agen saraf Novichok pernah dikembangkan oleh Uni Soviet antara tahun 1971-1993. Fakta ini menjadi salah satu dasar Inggris menuding Rusia berada di balik aksipenyerangan Skripal.

Terkait kejadian ini, Perdana Menteri Theresa May, pada Kamis (15/3), telah meminta 23 diplomat Rusia di negaranya untuk hengkang. May menuding mereka merupakan agenmata-mata yang menyamar sebagai diplomat.

Inggris juga telah menulis surat kepada Organisasi Larangan Senjata Kimia (OPCW) di DenHaag, Belanda. Inggris meminta organisasi tersebut memverifikasi kembali agengas saraf yang digunakan untuk menyerang Skripal dan putrinya.

Sumber : Reuters
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES