Kamis, 7 Syawwal 1439 / 21 Juni 2018

Kamis, 7 Syawwal 1439 / 21 Juni 2018

Simpatisan Kelompok Radikal Bakar Masjid di Berlin

Senin 12 Maret 2018 04:21 WIB

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Ratna Puspita

Pemandangan bagian depan Masjid Koca Sinan Camii di Berlin, Jerman, yang terbakar karena serangan pada Ahad (11/3) dini hari waktu setempat.

Pemandangan bagian depan Masjid Koca Sinan Camii di Berlin, Jerman, yang terbakar karena serangan pada Ahad (11/3) dini hari waktu setempat.

Foto: EPA-EFE/FELIPE TRUEBA
Rumah ibadah itu milik organisasi DITIB dari komunitas Muslim Turki.

REPUBLIKA.CO.ID, BERLIN -- Masjid Koca Sinan di Berlin, Jerman, terbakar hebat setelah penyerang misterius melemparkan bom api pada Ahad (11/3) dini hari. Rumah ibadah tersebut diketahui merupakan milik organisasi DITIB dari komunitas Muslim Turki.

"Saksi mata mengatakan kepada kami bahwa tiga penyerang dengan wajah tertutup melemparkan bom api dan segera melarikan diri," kata Bayram Turk, kepala asosiasi masjid, dikutip dari Anadolu Agency, Senin (12/3).

Tidak ada korban jiwa maupun korban luka pada insiden di masjid yang terletak di distrik Reinickendorf tersebut. Namun, hampir seluruh bagian dalam bangunan masjid rusak parah akibat jilatan api.

Serangan terjadi satu hari setelah datangnya ancaman dari simpatisan kelompok teroris PYD/PKK. Grup radikal tersebut menyatakan akan melakukan lebih banyak aksi kekerasan terhadap institusi dan asosiasi Turki di Jerman.

photo

Lembaran alquran yang terbakar di Masjic Koca Sinan Camii, Berlin, Jerman. (EPA-EFE/FELIPE TRUEBA)

Ancaman digencarkan untuk memprotes operasi kontra-terorisme Turki yang sedang berlangsung di Suriah barat laut. Sejak 20 Januari, pendukung PYD/PKK telah menyerang lebih dari selusin masjid di beberapa kota di Jerman.

Pada Jumat silam, sebuah situs yang berafiliasi dengan PYD/PKK mengklaim serangan bom api yang menarget masjid komunitas Turki di Kota Lauffen am Neckar. Laman juga mengunggah video serangan dan terbakarnya masjid.

photo

Pemandangan bagian dalam Masjid Koca Sinan Camii di Berlin. (EPA-EFE/FELIPE TRUEBA)

PYD/PKK telah dilarang di Jerman sejak 1993, tetapi para simpatisannya masih tetap aktif hingga saat ini. Terdapat hampir 14 ribu pengikut di antara populasi imigran Kurdi di negara tersebut.

Sementara, warga Turki di Jerman mencapai tiga juta jiwa. Turki telah lama mengkritik Jerman karena tidak melakukan tindakan serius terhadap PKK yang tetap melakukan kegiatan penggalangan dana, rekrutmen, dan propaganda.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Spanyol Taklukkan Iran 1-0

Kamis , 21 Juni 2018, 03:21 WIB