Sunday, 10 Syawwal 1439 / 24 June 2018

Sunday, 10 Syawwal 1439 / 24 June 2018

Kopi dan Jamu Khas Indonesia Diserbu di Berlin

Jumat 09 March 2018 11:00 WIB

Red: Gita Amanda

Secangkir kopi panas (ilustrasi)

Secangkir kopi panas (ilustrasi)

Foto: WALLCO
Pengunjung ITB Berlin antre di Pavilion Indonesia demi menjajal kopi dan jamu.

REPUBLIKA.CO.ID, BERLIN -- Minuman kopi Indonesia dari berbagai daerah diserbu pengunjung Paviliun Indonesia dalam pameran pariwisata terbesar di dunia Internationale Tourismus Borse (ITB) Berlin, yang berlangsung di gedung Messe Berlin dari tanggal 7 sampai 11 Maret. Sejak pagi para pengunjung sudah antre di pojok kopi Paviliun Indonesia yang ingin mencoba sensasi minuman kopi asal Indonesia.

Penyaji atau barista dari Home Coffee Roastery, Deryl Juniar, mengungkapkan bahwa dalam ITB Berlin tahun ini ia menyajikan kopi spesial Indonesia dari lima daerah yang berbeda. Deryl yang juga berprofesi Roaster dari Solo ini memilih Kopi Aceh gayo, Bali Kintamani, Flores Bajawa, Toraja Enrekang, dan Java Ijen untuk di perkenalkan ke pengunjung pavilion indonesia.

Dikatakannya, kelima macam kopi tersebut berbeda karakter dan kualitas, serta sudah diakui masyarakat dunia penggemar dan peracik kopi (barista) karena dinilai bercita rasa yang sangat unik. Seperti Bali Kintamani yang mempunyai rasa dominan jeruknya karena kebanyakan orang Jerman menyukai rasa kopi yang pahit.

"Di sinilah tugas kita untuk memperkenalkan cita rasa dari berbagai jenis kopi yang ada di Indonesia, "ujarnya.

Selain memperkenalkan kopi, di paviliun Indonesia juga memperkenalkan minuman Tradisional Indonesia hasil racikan yakni jamu. Khair Zarrah, menyajikan minuman Nusantara seperti Jamu Kunyit Asam, Wedang Jahe, Bir Pletok khas Betawi. Minuman tradisional tersebut mendapat banyak komentar positif dari para pengunjung. Bahkan beberapa pengunjung ingin dapat membeli minuman- minuman tersebut dalam bentuk kemasan.

Selain itu, pojok kopi Indonesia juga mendapat dukungan dari peracik minumal tradisinal asal Yogyakarta, Retno Wulandari yang meracik dan menggali kembali minuman tradisional dari seluruh provinsi di Indonesia. Seperti Wedang Pokak dari Madura, Jakencruk dari Wonosobo, Bir Mataram dari Jogjakarta, Sinom dari Surabaya dan banyak lagi wedang dari seluruh Nusantara

Pada umumnya para pengunjung rela antre untuk mencicipi minuman-minuman khas indonesia. Delegasi Indonesia berharap, di ITB Berlin bisa mengembangkan promosi Indonesia dan tujuan pariwisata ke berbagai daerah Nusantara sekaligus menjadikan kopi dan minuman tradisional sebagai salah satu promosi memperkenalkan Indonesia kepada wisatawan mancanegara.

Sumber : antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA