Wednesday, 6 Syawwal 1439 / 20 June 2018

Wednesday, 6 Syawwal 1439 / 20 June 2018

Belanda Akui Pembunuhan Massal 1,5 Juta Warga Armenia

Jumat 23 February 2018 19:51 WIB

Red: Ani Nursalikah

Gedung parlemen Belanda.

Gedung parlemen Belanda.

Foto: Asbarez.com
Langkah itu berisiko semakin menegangkan hubungan diplomatik Belanda dan Turki.

REPUBLIKA.CO.ID, DEN HAAG -- Parlemen Belanda pada Kamis (22/2) mengesahkan mosi yang mengakui pembunuhan massal terhadap 1,5 juta warga Armenia pada 1915 sebagai pemusnahan suku bangsa.

Langkah yang didukung semua partai besar itu berisiko semakin menegangkan hubungan diplomatik antara Belanda dan Turki. Hubungan di antara keduanya itu telah menegang sejak Belanda melarang seorang menteri Turki melakukan kampanye di Belanda tahun lalu.

Belasan negara lain Uni Eropa telah mengesahkan resolusi serupa. Turki menolak menganggap pembunuhan-pembunuhan, yang terjadi pada Perang Dunia Pertama, itu sebagai genosida.

 

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Senegal Menang 2-1 Atas Polandia

Rabu , 20 June 2018, 00:22 WIB