Sunday, 5 Sya'ban 1441 / 29 March 2020

Sunday, 5 Sya'ban 1441 / 29 March 2020

Jepang Berjanji tidak Lagi Ikut Perang

Kamis 15 Aug 2019 17:47 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Nur Aini

Bendera Jepang

Bendera Jepang

Foto: techgenie.com
Jepang memperingati kekalahannya dalam Perang Dunia II.

REPUBLIKA.CO.ID, TOKYO – Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe bersumpah bahwa negaranya tidak akan terlibat dalam konflik dan peperangan. Hal itu disampaikannya dalam rangka memperingati kekalahan Jepang dalam Perang Dunia II, Kamis (15/8).

Baca Juga

Abe mengatakan, dalam Perang Dunia II, lebih dari tiga juta warga Jepang tewas. “Saya berdoa untuk mereka dengan sepenuh hati. Kami tidak akan pernah melupakan fakta bahwa kedamaian dan kemakmuran kami disebabkan oleh mereka yang kehilangan nyawa di medan perang. Kami ingat pelajaran dari sejarah dengan baik dan dikhususkan untuk perdamaian serta kemakmuran saat ini,” katanya, dikutip laman kantor berita Rusia, TASS.

Dia berjanji Jepang tidak akan pernah mengulangi kengerian perang. “Sumpah ini tidak pernah berubah dari era (kekaisaran) Showa dan Heisei dan tidak akan berubah di era Reiwa saat ini. Kami akan bekerja dengan komunitas internasional untuk menyelesaikan berbagai masalah yang dihadapinya guna membentuk era baru dari keberadaan serta harapan yang damai,” ujar Abe.

Pada Juli 1945, Inggris, Amerika Serikat (AS), dan China mengadopsi Deklarasi Potsdam yang menjabarkan tuntutan untuk menyerah tanpa syarat kepada Jepang. Dua hari berselang, Jepang memutuskan menolak deklarasi tersebut.

Pada 6 Agustus 1945, AS menjatuhkan bom atom di Hiroshima. Serangan bom itu dilanjutkan ke Nagasaki pada 9 Agustus 1945. Kemudian pada 15 Agustus 1945, Kaisar Hirohito mengumumkan kepada rakyatnya bahwa Jepang tidak bisa lagi melanjutkan perang dan terpaksa harus menerima Deklarasi Potsdam.

Penyerahan resmi terjadi pada 2 September 1945 di atas kapal perang USS Missouri di Teluk Tokyo. Pada 2 September secara resmi dianggap sebagai hari ketika Perang Dunia II berakhir.

Selama perang berlangsung, Jepang kehilangan 3,1 juta orang, 800 ribu di antaranya adalah warga sipil. Kebanyakan warga sipil itu tewas dalam pemboman Hiroshima dan Nagasaki. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA