Wednesday, 16 Syawwal 1440 / 19 June 2019

Wednesday, 16 Syawwal 1440 / 19 June 2019

Kronologi Rangkaian Bom Sri Lanka

Senin 22 Apr 2019 12:01 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Ani Nursalikah

Polisi dan pekerja penyelamat memeriksa sisa-sisa korban di tempat kejadian setelah ledakan di Gereja St Anthony di Kochchikade di Kolombo, Sri Lanka, Ahad (21/4/2019).

Polisi dan pekerja penyelamat memeriksa sisa-sisa korban di tempat kejadian setelah ledakan di Gereja St Anthony di Kochchikade di Kolombo, Sri Lanka, Ahad (21/4/2019).

Foto: EPA-EFE/Stringer
Korban tewas rentetan ledakan bom di Sri Lanka tembus 290 orang.

REPUBLIKA.CO.ID, KOLOMBO -- Kepolisian Kolombo, Sri Lanka mengatakan jumlah korban tewas atas serangan di gereja-gereja dan hotel-hotel mewah serta beberapa tempat meningkat menjadi 290 orang. Sekitar 500 orang terluka masih dalam perawatan rumah sakit nasional Kolombo.

Baca Juga

Berikut terangkum kronologi ledakan dan beberapa peristiwa pada Ahad (21/4).

  • 08.45 - Ledakan di hotel Shangri La di Kolombo.
  • 08.45 - Ledakan di Gereja St Anthony di Kochchikade, Kotahena, Kolombo.
  • 08.45 - Ledakan di Gereja Katolik St. Sebastian di Negambo.
  • 08.45 - Ledakan di Kingsbury Hotel di Kolombo.
  • 08.50 - Ledakan di Cinnamon Grand Hotel di Kolombo.
  • 09.05 - Ledakan di Gereja Katolik Roma Sion di Batticaloa.
  • 11.30 - Rapat Dewan Keamanan Darurat yang diadakan oleh Perdana Menteri Ranil Wickremesinghe.
  • 11.40 - Pemerintah mengumumkan penutupan sekolah di seluruh negeri selama dua hari.
  • 12.15 - Presiden Maithripala Sirisena mengimbau masyarakat tetap tenang.
  • 13.45 - Ledakan di New Tropical Inn di Dehiwela, dekat kebun binatang nasional. Ini adalah ledakan ketujuh.
  • 14.15 - Ledakan di sebuah rumah di Dematagoda, Kolombo, saat penggerebekan polisi (ledakan kedelapan). Tiga polisi terbunuh.
  • 14.20 - Pejabat pemerintahan menutup kebun binatang negara di Dehiwela.
  • 14.30 - Pemerintah memblokir jaringan media sosial utama dan layanan pengiriman pesan, seperti Facebook dan Whatsapp.
  • 14.45 - Pemerintah mengumumkan jam malam seluruh negara tanpa terbatas.
  • 16.00 - Semua layanan transportasi berhenti.
  • 16.30 - Pemerintah mengumumkan penutupan semua universitas negeri tanpa batas.
  • 17.00 - Rapat kabinet khusus diadakan, dipimpin oleh Perdana Menteri Wickremesinghe.
  • 17.20 - Polisi mengumumkan jumlah korban tewas telah meningkat menjadi 207 dengan 450 orang terluka.
  • 19.00 - Polisi menemukan sebuah van yang digunakan untuk mengangkut bahan peledak.
  • 19.15 - Kepala Pariwisata mengatakan 32 orang asing tewas dan 30 lainnya luka-luka.
  • 20.50 - Perdana Menteri memerintahkan penyelidikan soal dinas intelijen yang gagal menindaklanjuti peringatan tentang serangan itu.
  • 21.30 - Polisi mengatakan 13 orang ditangkap, semua adalah warga Sri Lanka.
  • 22.30 - Serangan bom bensin di masjid dan pembakaran di dua toko milik Muslim dilaporkan di dua bagian negara itu.

Sumber : Reuters
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA