Monday, 18 Zulhijjah 1440 / 19 August 2019

Monday, 18 Zulhijjah 1440 / 19 August 2019

Luhut Yakin Usai Pemilu Aliran Modal Asing Mengalir Deras

Rabu 17 Apr 2019 14:57 WIB

Rep: Dedy Darmawan Nasution/ Red: Nidia Zuraya

Dana Asing (ilustrasi)

Dana Asing (ilustrasi)

Foto: IST
Luhut memprediksi pekan depan akan terjadi penguatan rupiah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Menteri Koordinator Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan optimistis penyelenggaraan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 kali ini akan berjalan lancar. Ia menilai, masyarakat Indonesia dari waktu ke waktu semakin dewasa dalam berdemokrasi. Melihat itu, Luhut meyakini situasi ekonomi, khususnya aliran investasi ke Indonesia akan semakin baik pasca Pemilu hari ini.

Baca Juga

“Saya kira akan bagus ke depannya. Saya cek, banyak institusi-institusi keuangan yang mengatakan menunggu hari ini. Jadi, kalau hari ini damai, aman, itu miliaran dolar AS akan masuk ke market Indonesia,” kata Luhut usai menggunakan hak pilihnya di TPS Kuningan Timur, Jakarta Selatan, Rabu (17/4).

Luhut meyakini hal itu akan terjadi dalam waktu dekat. Ia memprediksi pekan depan akan terjadi penguatan rupiah. Selama proses Pemilu 2019 berjalan tanpa ada masalah atau bahkan keributan yang dapat menganggu persepsi para investor global.

Mengutip Jakarta Interbank Sport Dollar (JISDOR) Bank Indonesia, nilai tukar rupiah hingga Selasa (16/4) dihargai Rp 14.066 per dolar, menguat 84 poin dibanding pekan lalu. Sementara, di pasar spot, mengutip Bloomberg, pada Selasa (16/4) kemarin mengalami penguatan 0,16 persen dibanding harga pada Senin (15/4).

Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada penutupan perdagangan kemarin ditutup menguat 0,72 persen atau 46,391 poin menjadi 6.481,542.

Demi mendukung persepsi positif terhadap ekonomi Indonesia, Luhut mengaku telah berkali-kali menyampaikan kepada para pendukung capres-cawapres untuk tidak melakukan kecurangan dan bertindak provokatif. Masyarakat, kata dia, harus berpikir positif terhadap siapapun yang nantinya menjadi pemenang.

Sebab, Pemilu 2019 bukan sekadar menentukan siapa yang menang dan kalah, namun bagian dari rangkaian kepentingan nasional yang harus dilaksanakan. “Saya dengar banyak warga mengatre dimana-mana, hampir sulit dibayangkan bahwa yang hadir ramai seperti ini. Saya ingat tahun 2014, tidak seperti sekarang ini,” ujarnya.

Lebih lanjut, Luhut mengatakan, suksesnya Pemilu 2019 dapat menjadi bukti kepada dunia internasional bahwa warga Indonesia menjunjung tinggi budaya tertib dan saling menghormati. Ke depan, Luhut berharap, para generasi selanjutnya bisa menjaga budaya Pemilu yang damai dan demokrasi yang baik.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA