Senin, 22 Safar 1441 / 21 Oktober 2019

Senin, 22 Safar 1441 / 21 Oktober 2019

Pembawa Acara Australia Dikecam Akibat Ejek PM Selandia

Kamis 21 Mar 2019 18:40 WIB

Rep: Umi Soliha/ Red: Nur Aini

Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern bertemu dengan anggota komunitas Muslim setelah penembakan massal di dua masjid, di Christchurch, Selandia Baru, 16 Maret 2019.

Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern bertemu dengan anggota komunitas Muslim setelah penembakan massal di dua masjid, di Christchurch, Selandia Baru, 16 Maret 2019.

Foto: EPA/EFE
Pembawa acara Australia menyindir aksen bicara Jacinda Ardern.

REPUBLIKA.CO.ID, CANBERRA -- Pembawa acara telivisi terpopuler di Australia dihujat oleh banyak pengguna medsos karena aksinya yang dianggap mengejek Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern. Pembawa acara tersebut dinilai menyindir aksen bicara Ardern.

Ardern menuai banyak pujian dari berbagai penjuru dunia atas sikapnya menanggapi penembakan massal oleh warga Australia yang diduga sebagai bagian kelompok supremasi kulit putih. Sejauh ini, penembakan yang dilakukan di dua masjid kota Christchurch merenggut 50 nyawa. Dalam pidatonya, Ardern mengetakan tidak akan pernah menyebut nama pelaku penembakan.

"Terima kasih, Perdana Menteri Selandia mengatakan dia tidak akan pernah menyebut nama teroris. Betapa mengganggunya aksennya?” tulis Sam Newman yang pernah menjadi pembawa acara terkenal di Australia, "Footy Show" dalam kicauan di Twitternya, seperti dilansir Dailymail.co.uk, Kamis (21/3).

Komentar itu mendapatkan ribuan komentar negatif dari pengguna medsos karena Newman dianggap tidak sensitif. Lebih dari 1.500 balasan berisi kata-kata negatif menghiasi Twitternya.

"Perkataan Ardern jauh lebih baik daripada omong kosongmu yang seksis dan rasial itu Sam," ujar salah satu pengguna Twitter.

"Dia mempunyai kualitas yang jauh lebih baik dari dirimu dan menjadikannya orang yang menyedihkan dan buruk," balas pengguna Twitter lainnya.

Meski telah dikecam banyak pengguna medsos, Newman masih membalas dengan tetap menyindir PM Selandia Baru. "Terima kasih banyak atas komentar Perdana Menteri Selandia Baru dan aksennya. Agar lebih jelas ini tidak ada hubungannya dengan sentimen kepadanya. Itu berkaitan dengan aksen mengerikan yang dibudidayakan Selandia Baru. Sekarang, lanjutkan saja berbicara soal komentar rasial. Itu seharusnya memenuhi otak kecilmu," tweetnya menanggapi komentar negatif pengguna medsos.

Newman sebenarnya tidak asing lagi dengan kontroversi. Tahun lalu, dia pun pernah dikecam banyak orang atas komentarnya kepada komunitas Muslim di Australia. Saat itu, Newman mengatakan komunitas Muslim Australia "tidak memiliki kepentingan yang sama" dengan warga Australia lainnya. Dia melontarkan komentar tersebut setelah dua pemain Muslim AFL Australia menunjukkan solidaritas sebelum pertandingan selesai  mengenai seorang politikus Australia berpidato terkait "solusi akhir" untuk imigrasi.

"Ada 600 ribu Muslim di Australia, mereka tidak memiliki kepentingan yang sama dengan kita semua," kata Newman saat itu.

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA