Saturday, 28 Jumadil Akhir 1441 / 22 February 2020

Saturday, 28 Jumadil Akhir 1441 / 22 February 2020

TK Islam di Selandia Baru Ditutup Setelah Penembakan Masjid

Senin 18 Mar 2019 14:46 WIB

Rep: Kiki Sakinah/ Red: Nur Aini

Seorang gadis kecil berjalan untuk meletakkan bunga di dinding Kebun Raya di Christchurch, Selandia Baru, Ahad, (17/3/2019). Meletakkan bunga sebagai aksi solidaritas pascapenembakan di dua masjid kota Christchurch pada Jumat (15/3).

Seorang gadis kecil berjalan untuk meletakkan bunga di dinding Kebun Raya di Christchurch, Selandia Baru, Ahad, (17/3/2019). Meletakkan bunga sebagai aksi solidaritas pascapenembakan di dua masjid kota Christchurch pada Jumat (15/3).

Foto: AP / Vincent Thian
Belum ada kepastian kapan TK Islam di Selandia Baru kembali dibuka

REPUBLIKA.CO.ID, CHRISTCHURCH -- Sebuah sekolah taman kanak-kanak Islam di Lower Hutt, Selandia Baru, terpaksa ditutup setelah insiden penembakan di dua masjid di kota Christchurch terjadi pada Jumat lalu. Peristiwa serangan teror itu telah menewaskan setidaknya 50 orang yang saat itu tengah melaksanakan shalat Jumat.

Arifah Cupido, kepala sekolah di Haleema Kindergarten di Lower Hutt, terpaksa memberi tahu 33 muridnya bahwa sekolah tersebut ditutup. TK Haleema ditutup atas saran dari pihak kepolisian setempat.

Tidak jelas sampai kapan sekolah ini ditutup. Namun, TK Haleema akan tutup hingga adanya pemberitahuan lebih lanjut. Cupido mengatakan ia telah menghubungi Departemen Pendidikan tentang apa yang harus dikatakan kepada anak-anak muridnya.

"Kami telah disarankan untuk menggunakan bahasa yang sederhana dan jujur. Tetapi kami harus menyeimbangkannya dengan jaminan bahwa mereka aman dengan orang dewasa," kata Cupido, dilansir dari Stuff.co.nz, Senin (18/3).

Cupido berasal dari Afrika Selatan. Ia tidak pernah berpikir harus menjelaskan kepada muridnya bahwa orang-orang menjadi sasaran karena agama mereka. Hal ini menjadi tantangan baginya sebagai seorang guru.

Insiden pembantaian di dua masjid di Christchurch setidaknya membuat perasaannya tidak nyaman.

"Ketika saya memikirkan Selandia Baru, saya memikirkan Cincin Api dan bencana alam. Saya tidak pernah berpikir hal seperti ini akan terjadi," ujarnya.

Ia mengatakan, respons dari masyarakat setempat sangat mendukung mereka setelah peristiwa di Christchurch. Posisi TK ini memang berada di dekat sebuah masjid. Sehingga, Cupido bisa melihat ratusan bunga dan tulisan dukungan dari mereka yang peduli.

Meski berbasis Muslim, namun anak-anak di taman kanak-kanak ini berasal dari berbagai latar belakang etnis dan agama. Meski sekolah ini ditutup untuk sementara waktu, namun banyak dukungan yang datang dari para orang tua. Cupido berharap mereka bisa segera kembali membuka keadaan secara normal dan secepat mungkin.

"Kami beragam secara budaya dan agama. Kami menghargai keragaman itu," katanya.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA