Monday, 15 Safar 1441 / 14 October 2019

Monday, 15 Safar 1441 / 14 October 2019

Korban Ceritakan Serangan Brutal di Masjid Christchurch

Sabtu 16 Mar 2019 10:05 WIB

Rep: Puti Almas/ Red: Gita Amanda

Petugas medis mengevakuasi korban penembakan masjid di Christchurch, Selandia Baru, Jumat (15/3).

Petugas medis mengevakuasi korban penembakan masjid di Christchurch, Selandia Baru, Jumat (15/3).

Foto: AP/Mark Baker
Ia dapat selamat dari pelaku penembakan dengan bersembunyi di bawah bangku.

REPUBLIKA.CO.ID, CHRISTCHURCH -- Salah satu korban selamat dalam serangan di dua masjid di Christchurch, Selandia Baru, bernama Ramzan Ali menceritakan bagaimana kejadian brutal itu terjadi. Ia mengatakan bagaimana situasi mengerikan yang ia hadapi.

Ali menuturkan ia dapat selamat dari pelaku penembakan dengan bersembunyi di bawah bangku. Ia melihat dengan jelas orang-orang yang ketakutan dan ditembak mati.

“Saya berpikir jik pelaku mungkin kehabisan peluru dan saya hanya dapat berdoa sambil menungu, berharap semoga senjata pelaku kehabisan peluru,” ujar Ali kepada Newshub, seperti dilansir New York Post, Sabtu (16/3).

Ali mengatakan saat tembakan terdengar, jamaah di Masjid Al Noor, sekitar Hagley Park baru saja memulai ibadah shalat Jumat. Seorang pria yang berada di sebelahnya tiba-tiba mengatakan untuk tidak bangun terlebih dahulu. Namun, ia kemudian ditembak, bahkan langsung di bagian dada.

“Saya kemudian melihat pria bersenjata itu menembak orang yang ada di sebelah saya, langsung di bagian dada,” kata Ali.

Saat itulah, ia bergegas menuju sebuah bangku dan bersembunyi di bawahnya. Ali mengatakan serangan semakin brutal, bahkan darah memercik ke arahnya. “Darah itu memercik ke arahku dan aku berpikir apa yang akan terjadi kepadaku, beruntung aku masih hidup saat ini,” Ali menambahkan.

Ali mengatakan bahwa penembakan sempat berhenti sesaat. Saat itu, nampaknya pelaku yang diketahui sebagai seorang pria bernama Brenton Tarrant sedang mengisi ulang senapannya. “Saya adalah orang terakhir yang keluar dari masjid hidup-hidup,” kata Ali.

Penembakan di dua masjid di Christchurch, yaitu Masjid Al Noor dan Masjid Lindwood terjadi pada Jumat (15/3) kemarin. Sebanyak 49 orang dilaporkan tewas dan 42 lainnya terluka dan tengah mendapat perawatan di rumah sakit.


BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA