Wednesday, 15 Jumadil Akhir 1440 / 20 February 2019

Wednesday, 15 Jumadil Akhir 1440 / 20 February 2019

AS-Inggris Latihan Militer Bersama di Laut Cina Selatan

Rabu 16 Jan 2019 17:43 WIB

Red: Nashih Nashrullah

Kapal perang AS di Laut Cina Selatan

Kapal perang AS di Laut Cina Selatan

Foto: Aljazeera
Latihan militer ini digelar lagi sejak kali pertama dilaksanakan pada 2010 lalu.

REPUBLIKA.CO.ID, TOKYO— Amerika Serikat (AS) dan Inggris telah menggelar latihan gabungan Angkatan Laut (AL) pertama di Laut Cina Selatan yang disengketakan sejak Cina membangun pangkalan di wilayah perairan itu. 

Latihan itu digelar saat Washington mengupayakan bantuan dari sekutu-sekutunya untuk menekan Beijing.

Menurut rilis pers dari AL AS, kapal perusak rudal berpemandu AL AS USS McCampbell yang berpangkalan di Jepang dan kapal frigate Angkatan Laut Kerajaan Inggris HMS Argyll yang tengah melakukan lawatan Asia, menggelar latihan komunikasi dan latihan lain dari Jumat pekan lalu hingga Rabu (16/1) untuk menangani prioritas keamanan bersama.

"Belum ada catatan baru mengenai operasi bersama, khususnya di Laut Cina Selatan," kata juru bicara AL AS.

Menurut juru bicara itu, tidak ada latihan gabungan yang dilakukan di wilayah tersebut setidaknya sejak 2010.

Latihan itu digelar setelah kapal perang Inggris lainnya yang berbobot 22 ribu ton, HMS Albion, berlayar dekat gugusan pulau Paracel yang diklaim Cina di Laut Cina Selatan pada Agustus.

Itu kali pertama Inggris secara langsung menantang kontrol Cina yang menguat di jalur pelayaran strategis tersebut dan terjadi setelah AS mengatakan pihaknya ingin lebih banyak partisipasi internasional dalam aksi semacam itu. 

Beijing, di sisi lain, menuduh London melakukan aksi provokasi.

USS McCampbell bulan ini juga melintasi gugusan pulau Paracel dengan jarak 12 mil bahari dalam operasi kebebasan bernavigasi, yang menurut AL AS, untuk menantang klaim maritim yang berlebihan.

Klaim Cina di Laut Cina Selatan, jalur pelayaran perdagangan dengan nilai tiga triliun dolar AS (sekitar 42,4 kuadriliun) per tahun, ditentang Brunei Darusalam, Malaysia, Filipina, Taiwan, dan Vietnam. Meskipun demikian, AS dan Inggris tidak memiliki klaim di wilayah itu.

Foto-foto pangkalan di pulau itu yang dirilis tahun lalu memperlihatkan gambar yang tampaknya merupakan truk peluncur rudal permukaan ke udara atau rudal jelajah antikapal.

Angkatan Udara Cina juga mengerahkan sejumlah pesawat pembom di kepulauan yang disengketakan sebagai bagian dari latihan di wilayah itu.

 

 

 

 

 

Sumber : Reuters/Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES