Wednesday, 15 Jumadil Akhir 1440 / 20 February 2019

Wednesday, 15 Jumadil Akhir 1440 / 20 February 2019

Cina Kecam Patroli Kapal Perang AS di Laut Cina Selatan

Senin 07 Jan 2019 17:02 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Teguh Firmansyah

Kapal induk AS Carl Vinson berlayar di Laut Cina Selatan.

Kapal induk AS Carl Vinson berlayar di Laut Cina Selatan.

Foto: ABC
Cina menilai kapal perang AS telah melanggar hukum.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Pemerintah Cina mengecam patroli kapal perang Amerika Serikat (AS) USS McCampbell di Kepulauan Paracel, Laut Cina Selatan. Patroli itu dilaporkan dilakukan untuk menentang klaim Beijing atas wilayah perairan tersebut.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina Lu Kang mengatakan patroli yang dilakukan kapal USS McCampbell di Kepulauan Paracel telah melanggar hukum negaranya. Selain itu, tindakan tersebut jelas merupakan sebuah provokasi. "Kami mendesak AS untuk segera menghentikan provokasi semacam ini," ucapnya, dikutip laman Channel News Asia, Senin (7/1).

Juru bicara Armada Pasifik AS Rachel McMarr dalam keterangannya mengungkapkan, operasi USS McCampbell di Kepulauan Paracel memang sengaja dilakukan. Selain berlandaskan kebebasan navigasi, patroli USS McCampbell bertujuan menentang klaim Cina atas hampir seluruh wilayah perairan Laut Cina Selatan. 

"Operasi ini bukan tentang satu negara atau untuk membuat pernyataan politik," kata McMarr.

AS cukup rutin melakukan operasi kebebasan navigasi di Laut Cina Selatan. Washington berpendapat Laut Cina Selatan adalah wilayah perairan internasional. Dengan alasan tersebut, AS menegaskan akan terus melakukan penerbangan dan pelayaran di wilayah mana pun selama hukum internasional mengizinkan, termasuk Laut Cina Selatan.

Baca juga, Cina Perkuat Militer di Laut Cina Selatan.

Patroli USS McCampbell di Kepulauan Paracel dilakukan di tengah-tengah negosiasi perdagangan antara AS dan Cina untuk menghentikan perang tarif. Negosiasi tersebut telah terganggu oleh beberapa kejadian, salah satunya penangkapan Chief Financial Officer Huawei Meng Wanzhou di Kanada pada Desember tahun lalu.

Meng ditangkap karena dituduh melanggar kesepakatan perdagangan AS, yakni dengan mengirim perangkat telekomunikasi secara ilegal ke Iran. AS diketahui menjatuhkan sanksi ekonomi berlapis kepada Teheran.

Pemerintah Cina memprotes keras penangkapan Meng. Beijing pun mengecam rencana ekstradisi Meng dari Kanada ke AS. Namun Meng akhirnya dibebaskan setelah membayar jaminan ke pengadilan Kanada. Penangkapan Meng disebut-sebut hampir mengacaukan negosiasi perdagangan AS dan Cina.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES