Thursday, 18 Ramadhan 1440 / 23 May 2019

Thursday, 18 Ramadhan 1440 / 23 May 2019

XI: Cina Mendukung Arab Saudi Lakukan Diversifikasi Ekonomi

Sabtu 01 Dec 2018 22:37 WIB

Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Presiden Cina Xi Jinping ditemani Pemimpin Eksekutif baru Hong Kong Carrie Lam (kanan belakang) di bandara Hong Kong, 29 Juni 2017.

Presiden Cina Xi Jinping ditemani Pemimpin Eksekutif baru Hong Kong Carrie Lam (kanan belakang) di bandara Hong Kong, 29 Juni 2017.

Foto: AP Photo/Kin Cheung
Arab Saudi dan Cina memiliki hubungan dekat dalam sektor energi

REPUBLIKA.CO.ID, BUENOS AIRES -- Presiden Xi Jinping menyatakan Cina sangat mendukung Riyadh dalam melakukan diversifikasi ekonomi dan reformasi sosial. Xi, yang berbicara dengan Putra Mahkota Mohammad Bin Salman, meyakini stabilitas di Arab Saudi adalah landasan kesejahteraan dan kemajuan di Teluk.

Kantor berita Xinhua menyebut ketika bertemu di Buenos Aires, yang menjadi tuan rumah konferensi tingkat tinggi kekuatan ekonomi dunia, yang tergabung dalam Kelompok 20 (G20), pada Jumat, Xi mengatakan China selalu sangat mementingkan hubungannya dengan Arab Saudi. "Cina sangat mendukung Arab Saudi dalam usaha diversifikasi ekonomi dan reformasi sosial dan akan terus bersama dengan Arab Saudi mengenai masalah yang melibatkan kepentingan inti mereka," kata Xi seperti dikutip Xinhua, Jumat (1/12).

Kantor berita Saudi pada Sabtu pagi melaporkan bahwa putera mahkota itu dan Xi membahas kemitraan kedua negara dan menyelaraskan visi 2030 Arab Saudi dengan Prakarsa Sabuk dan Jalan Cina, dan juga pasokan energi Saudi ke Cina dan investasi bersama. Cina dan Arab Saudi memiliki hubungan erat di sektor energi.

Arab Saudi direncanakan memperluas pangsa pasarnya di China tahun ini untuk pertama kali sejak tahun 2012 karena kilang-kilang minyak baru China membutuhkan pasokan minyak. Arab Saudi, sebagai eksporter minyak terbesar, telah dilampaui oleh Rusia sebagai pemasok minyak mentah tertinggi ke China dalam dua tahun belakangan.

China juga mempunyai hubungan baik dengan pesaing kawasan Arab Saudi, Iran, dan sejak lama harus menyeimbangkan hubungannya antara Riyadh dan Teheran.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA